EKSPOSTIMES.COM- Kekerasan kembali mengguncang Bumi Cenderawasih. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga melakukan penyanderaan terhadap pasangan suami istri di pedalaman Kabupaten Yahukimo, di tengah tragedi mengerikan yang menewaskan 11 pendulang emas.
Insiden ini menjadi salah satu aksi paling brutal yang mengguncang Papua Pegunungan dalam beberapa bulan terakhir.
Pasangan yang dikenal sebagai Tuan Dusun, bernama Dani dan istrinya Gebi, dilaporkan hilang sejak penyerangan terjadi pada Minggu (6/4) dan Senin (7/4) lalu.
Mereka terakhir terlihat bersama rombongan pendulang di lokasi penambangan emas ilegal di kawasan Muara Kum dan Lokasi 22, wilayah terpencil yang hanya bisa dijangkau dengan helikopter atau perahu motor dari Kabupaten Asmat.
“Dugaan kuat keduanya kini masih disandera oleh KKB,” ungkap Brigjen Pol Faizal Rahmadani, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, dalam konferensi pers di Jayapura, Kamis (10/4).
Kelompok bersenjata yang mengklaim diri sebagai Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama itu diduga menyerang secara brutal. Korban ditemukan dengan luka bacokan, tembakan, dan bahkan panah.
Total korban tewas yang berhasil diidentifikasi hingga kini mencapai 11 orang, dan dikhawatirkan masih akan bertambah.
Sebanyak delapan pendulang lainnya dilaporkan terpisah dari rombongan dan belum diketahui nasibnya.
Meski diselimuti ketakutan, sebanyak 35 orang berhasil melarikan diri dan kini berlindung di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat. Mereka selamat namun dalam kondisi trauma berat.
Petugas gabungan dari TNI dan Polri kini berjibaku mengevakuasi dan mengamankan para korban selamat dari lokasi yang terisolasi dan berbahaya.
Dua dari korban selamat telah berhasil dievakuasi ke Dekai, ibu kota Yahukimo, untuk dimintai keterangan terkait serangan berdarah itu. Informasi dari mereka diharapkan dapat mengungkap kronologi lengkap serta keberadaan korban lainnya, termasuk pasangan yang disandera.
Baca Juga: Satgas Ops Damai Cartenz 2025 Amankan Barang Bukti Terkait Panglima Kodap Balim Timur
Satgas Damai Cartenz bersama TNI kini tengah menggelar operasi skala besar untuk mengejar kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Elkius Kobak, sosok yang disebut sebagai otak di balik penyerangan keji ini.
“Kami akan terus memburu pelaku. Tindakan ini bukan hanya kejahatan, tapi tragedi kemanusiaan,” tegas Letkol Inf Tommy Yudistyo, Komandan Kodim 1715/Yahukimo.
Sementara itu, keluarga para korban menunggu dengan cemas kabar dari sanak saudara mereka. Suasana duka dan ketidakpastian masih menyelimuti komunitas pendulang di Papua Pegunungan.
Masyarakat Papua kini mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk bertindak cepat dan tegas. Tragedi Yahukimo tak hanya menjadi catatan kelam, tapi juga panggilan darurat bagi hadirnya negara di tanah yang telah terlalu lama dicekam konflik bersenjata. (tim)












