Politik & Pemerintahan

Tinjau Relokasi Korban Gunung Ruang di Bolsel, YSK: Ini Akan Saya Sampaikan Langsung ke Presiden!

×

Tinjau Relokasi Korban Gunung Ruang di Bolsel, YSK: Ini Akan Saya Sampaikan Langsung ke Presiden!

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling meninjau pembangunan kawasan relokasi korban erupsi Gunung Ruang di Desa Modisi, Bolsel, Sabtu (28/6/2025).
Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling didampingi Bupati Bolsel Iskandar Kamaru meninjau kawasan relokasi untuk warga terdampak erupsi Gunung Ruang di Desa Modisi, Sabtu (28/6/2025).

EKSPOSTIMES.COM- Di tanah baru yang masih berbau semen dan debu harapan, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) berdiri tegak menatap jejeran rumah layak huni di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sabtu (28/6/2025). Di sinilah harapan ratusan warga korban erupsi Gunung Ruang sedang dibangun, dari puing menjadi peluang, dari bencana menuju masa depan.

YSK datang tidak sendiri. Ia didampingi Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, serta barisan pemimpin se-Bolaang Mongondow Raya, termasuk Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi, Wali Kota Kotamobagu Wenny Gaib, Wakil Wali Kota Rendy Mangkat, hingga Sekprov Sulut Tahlis Gallang. Kunjungan ini bukan basa-basi politik, tapi langkah nyata membangun martabat bagi 301 kepala keluarga asal Pulau Tagulandang, Kabupaten Sitaro, yang kehilangan segalanya akibat letusan maut Gunung Ruang.

Baca Juga: Gubernur YSK Turun ke Jalan, Momentum Hari Bhayangkara di Kotamobagu Jadi Panggung Kepemimpinan Tanpa Jarak

“Progresnya luar biasa cepat dan terkoordinasi. Saya akan laporkan langsung ke Presiden,” tegas YSK di tengah kawasan relokasi yang kini menjelma menjadi simbol ketangguhan dan gotong royong.

Kawasan relokasi seluas 10 hektare ini bukan sekadar tumpukan rumah. Ia dirancang sebagai ekosistem kehidupan lengkap: ada balai desa, jaringan air bersih, dan akses jalan yang memadai.

“Rumah bukanlah akhir, melainkan awal. Kita harus siapkan ekonomi dan kehidupan sosial mereka agar bisa bangkit sepenuhnya,” sebutnya.

Gubernur menyoroti pentingnya kelanjutan penghidupan. Warga terdampak yang mayoritas nelayan dan petani akan segera dibantu dengan program penguatan sektor perikanan dan perkebunan, hasil koordinasi antara Pemprov Sulut dan Pemkab Bolsel.

Tak kalah menarik, penempatan warga di Modisi bukan keputusan sembarangan. Kedekatan budaya dan etnis antara masyarakat Modisi dan warga Sitaro jadi kunci keberhasilan integrasi sosial.

“Mereka berasal dari akar budaya yang sama, itu akan mempercepat proses adaptasi,” ujar Bupati Iskandar.

Dari sisi simbolik, kehadiran Bupati Sitaro Chyntia Inggrid Kalangit juga memberi pesan kuat: tanah kelahiran mungkin hilang, tapi solidaritas dan identitas tetap terjaga.

Kapolres Bolsel, Kajari Kotamobagu, hingga Kadis Kominfo turut hadir, memperlihatkan bahwa seluruh elemen pemerintah bergerak serempak dalam proyek kemanusiaan ini.

Baca Juga: Tahlis Galang Ditunjuk Jadi Plh Sekprov Sulut, Gubernur YSK Gas Pol Reformasi Birokrasi dan Percepatan APBD

YSK menyebutnya “bukan proyek pembangunan, tapi proyek kebangkitan.” Di balik tembok rumah baru, tersimpan harapan masa depan: pendidikan yang berlanjut, anak-anak yang bisa bermain kembali, dan keluarga-keluarga yang bisa hidup bermartabat.

Kunjungan ini pun menjadi sinyal jelas kepada pusat: bahwa Sulawesi Utara bukan hanya butuh perhatian, tapi juga telah siap menunjukkan hasil kerja konkret di lapangan. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d