EKSPOSTIMES.COM – Langit Jakarta siang itu cerah, namun di balik kesibukan ibu kota, suasana di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI tampak berbeda. Di ruang rapat yang berpendingin tenang, langkah kaki para delegasi terdengar mantap menandai sebuah pertemuan yang dapat membuka babak baru kerja sama pertahanan Indonesia di level global.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo menerima Courtesy Call Delegasi United Nations Office for Project Services (UNOPS) yang dipimpin langsung oleh Director of Southeast Asia and Pacific Multi Country Office UNOPS, Ms. Samina Kadwani, Selasa (21/10/2025).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menjajaki peluang kerja sama konkret di bidang pertahanan nasional, khususnya pada tiga sektor strategis pembangunan infrastruktur pertahanan, manajemen rantai pasokan logistik, serta penguatan kapasitas kelembagaan pertahanan.
Dalam sambutannya, Letjen TNI Tri Budi Utomo menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif UNOPS dalam mendukung program pertahanan Pemerintah Indonesia. Ia menegaskan, kerja sama internasional bukan semata tentang proyek, melainkan tentang membangun kepercayaan dan nilai tambah yang berkelanjutan.
“Kami menyambut baik semangat UNOPS untuk bekerja sama dengan Indonesia. Prinsip kami jelas: kerja sama harus memberi manfaat strategis, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat kemandirian pertahanan,” ujar Sekjen Kemhan dengan nada diplomatis namun tegas.
UNOPS, sebagai lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada pelaksanaan proyek-proyek pembangunan berstandar global, dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam hal akuntabilitas, inovasi, dan efisiensi pengelolaan proyek.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah inisiatif potensial mulai dari pengembangan infrastruktur strategis pertahanan berbasis teknologi ramah lingkungan, peningkatan standar logistik militer dan manajemen aset nasional, hingga transfer kapabilitas kelembagaan melalui program pelatihan terpadu.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Delegasi UNOPS menegaskan komitmen mereka untuk mendukung Indonesia dalam memperkuat tata kelola proyek pertahanan yang transparan dan berkelanjutan, sejalan dengan visi nasional menuju pertahanan modern berbasis teknologi.
“Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan. UNOPS siap memberikan dukungan teknis, manajerial, dan keahlian internasional untuk memastikan keberhasilan setiap program bersama,” kata Ms. Samina Kadwani.
Sekjen Kemhan menegaskan bahwa penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal menuju sinergi global yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan pertahanan masa depan dari transformasi teknologi hingga kesiapsiagaan logistik nasional.
“Pertahanan modern tidak lagi berdiri sendiri. Ia harus berjejaring, berkolaborasi, dan berinovasi. Pertemuan hari ini adalah langkah menuju arah itu,” tutup Letjen Tri Budi Utomo.
Dalam pertemuan tersebut, Sekjen Kemhan turut didampingi oleh Dirjen Strategi Pertahanan (Strahan), Dirjen Perencanaan Pertahanan (Renhan), dan Dirjen Kekuatan Pertahanan (Kuatkan) Kemhan.
Pertemuan berakhir dengan semangat baru: memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia di pentas global, sekaligus menegaskan posisi negeri ini sebagai kekuatan regional yang modern, terbuka, dan berdaulat. (Lian)











