Peristiwa

Renungan: Tuhan Mengasihi yang Tidak Dikasihi, Kejadian 20:31-30:13

×

Renungan: Tuhan Mengasihi yang Tidak Dikasihi, Kejadian 20:31-30:13

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Lea dan Rahel, dua saudari dalam Alkitab, mencerminkan kasih Tuhan kepada yang tertolak dan tidak dikasihi.
Tuhan Mengasihi yang Tidak Dikasihi | Kejadian 29:31–30:13

EKSPOSTIMES.COM – Kasih adalah kebutuhan terdalam setiap manusia. Kita bisa hidup tanpa banyak hal, tetapi tanpa kasih, jiwa kita merasa hampa.

Itulah sebabnya saat kita merasa tidak dikasihi, kita menderita begitu dalam. Luka karena penolakan, diabaikan, atau dicintai secara sepihak bisa meninggalkan bekas yang tak mudah disembuhkan.

Namun, kisah Alkitab menunjukkan bahwa Allah tidak pernah melupakan mereka yang tidak dikasihi oleh manusia.

Salah satu kisah yang sangat menyentuh hati adalah kisah Lea, istri pertama Yakub. Dari awal, kita tahu bahwa Yakub mencintai Rahel, adik Lea, dan bukan Lea sendiri. Lea “dipaksakan” untuk menikah dengan Yakub melalui tipu daya ayah mereka, Laban. Meskipun telah menjadi istri Yakub, cinta yang diharapkannya tidak kunjung datang.

Kepedihan hati Lea tercermin dalam nama anak-anaknya. Ketika Ruben lahir, ia berkata, “Sesungguhnya sekarang suamiku akan mengasihi aku” (Kejadian 29:32).

Namun, harapan itu pupus. Ketika ia melahirkan anak kedua, Simeon, ia berkata, “Tuhan telah mendengar bahwa aku tidak dicintai” (ay. 33).

Anak ketiga, Lewi, lahir dengan harapan bahwa Yakub akan lebih dekat kepadanya. Tapi kasih Yakub tetap tidak mengalir padanya.

Namun sesuatu mulai berubah saat anak keempatnya, Yehuda, lahir. Lea tidak lagi menyebut suaminya. Ia berkata, “Sekarang aku akan bersyukur kepada Tuhan” (ay. 35).

Di tengah kekecewaannya, Lea mulai mengalihkan fokusnya dari cinta manusia ke cinta Tuhan. Ini adalah titik balik yang luar biasa. Walau tak mendapat kasih dari suami, Lea sadar bahwa ia dikasihi Tuhan.

Tuhan yang memberinya anak demi anak, terus menunjukkan bahwa Dia memperhatikan Lea.

Tuhan tidak hanya mendengar jeritan hati Lea, tetapi Ia juga memberkatinya lebih dari siapa pun.

Lea akhirnya melahirkan enam anak laki-laki, jumlah yang sama dengan gabungan anak-anak dari Rahel dan kedua budaknya.

Bahkan, dari keturunan Lea lahirlah para imam (Lewi) dan raja-raja Israel, termasuk Raja Daud dan Yesus Kristus sendiri (dari Yehuda).

Baca Juga: Renungan Harian: Peka terhadap Rencana Allah

Sungguh luar biasa! Dari wanita yang tidak dikasihi, Tuhan menghasilkan warisan rohani yang besar.

Inilah pesan bagi kita: Allah mengasihi mereka yang tidak dikasihi oleh dunia. Ketika manusia mengecewakan kita, ketika orang-orang yang kita harapkan memberi kasih justru mengabaikan kita, ingatlah bahwa kita tidak sendiri.

Tuhan tidak memandang rupa, status, atau penerimaan sosial. Ia melihat hati yang terluka dan penuh harap. Ia mengasihi dengan kasih yang setia dan tidak berubah.

Jika kamu merasa seperti Lea, tidak dikasihi, diabaikan, atau dibandingkan, ingatlah bahwa Tuhan melihatmu. Ia mendengar setiap doa dalam tangis, setiap keluhan dalam kesendirian. Tuhan bukan hanya tahu, tetapi Ia peduli.

Bahkan, Ia telah memberikan kasih-Nya secara nyata melalui Yesus Kristus, yang mati dan bangkit agar kita tahu bahwa kita tidak sendirian, dan kita sungguh dikasihi.

Jangan biarkan penolakan manusia membuatmu meragukan kasih Tuhan. Di saat manusia berpaling, Tuhan mendekat. Di saat cinta dunia mengecewakan, cinta Tuhan menguatkan.

Tuhan bisa membalikkan keadaan, seperti Ia membalikkan kesedihan Lea menjadi sukacita. Bahkan ketika tidak ada yang memilihmu, Tuhan tetap memilihmu. Ia mengasihi bukan karena siapa kita, tapi karena siapa Dia, Allah yang adalah kasih. (*/Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d