1 Raja-Raja 17:7-16
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik”
Galatia 6:9
EKSPOSTIMES.COM – Sir John Templeton dari Inggris, Li Kan Shing dari Cina dan pangeran Alwaleed Bin Talal memiliki beberapa kesamaan. Kesamaan yang paling menonjol dari ketiga orang itu adalah Filantropi.
Filantropi adalah orang-orang dermawan yang suka memberi dan memiliki cita-cita untuk mengubah orang lain menjadi lebih baik. Sir John Templeton orang kaya yang berkomitmen menyumbangkan sepertiga hartanya untuk kemajuan ilmu pengetahuan.
Li Kan Shing berasal dari keluarga yang kurang mampu, sewaktu kecil dia harus bekerja keras untuk bisa sekolah. Namun, setelah ia sukses menjadi pengusaha yang diperhitungkan dunia, Li menyumbangkan sepertiga hartanya untuk keperluan pendidikan anak-anak miskin.
Pangeran Alwaleed Bin Talal mempunyai keinginan agar umat manusia hidup rukun dan damai, tanpa genjatan senjata. Dia pun menyumbangkan sebahagian uangnya untuk membiayai komunikasi antar umat beragama, pendidikan bagi kaum wanita, pembangunan desa miskin dan korban bencana alam.
Para tokoh filantropi memiliki prinsip memberi itu indah. Kita tidak harus menunggu menjadi kaya terlebih dahulu untuk bisa berbuat kebaikan.
Kepada Jemaat di Galatia, Rasul Paulus memberikan nasehat agar jangalah jemu berbuat kebaikan (Galatia 6:9). Rasul Paulus ingin agar setiap jemaat di Galatia berlomba-lomba melakukan kebaikan.
Hasil dari melakukan kebaikan akan diterima apabila waktunya sudah tiba. Ini bukan sekadar saran pada jemaat Galatia, tapi perintah. Perintah tersebut adalah sebuah keharusan yang harus dilakukan jemaat Galatia.
Perintah yang sama juga berlaku pada umat manusia zaman ini. Sayangnya kebaikan sudah menjadi barang langkah yang sulit ditemui. Saat ini begitu banyak orang yang malah berlomba-lomba melakukan hal yang sebaliknya.
Jangan menunggu menjadi orang yang kaya terlebih dahulu baru melakukan kebaikan. Kebaikan itu tidak selalu diukur dengan uang, membantu tetangga yang tengah dalam kesulitan menyelesaikan pekerjaannya sudah merupakan sebuah kebaikan.
Jangan mengharapkan imbalan terhadap kebaikan yang sudah kita lakukan. Allah tidak menutup matanya, Ia selalu melihat apa yang sudah kita lakukan.
Upah atas apa yang telah kita berikan kepada orang lain akan datang pada kita, jika waktunya sudah tepat. Teruslah berbuat kebaikan karena itulah yang Allah ingikan. (*/Rizky)













