Politik & Pemerintahan

Prabowo Optimistis Program Makan Bergizi Gratis Capai Target 100 Persen di Akhir 2025

×

Prabowo Optimistis Program Makan Bergizi Gratis Capai Target 100 Persen di Akhir 2025

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto berbicara optimis tentang Program Makan Bergizi Gratis di kediamannya di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto optimis tentang Program Makan Bergizi Gratis

EKSPOSTIMES.COM- Presiden Prabowo Subianto menyuarakan keyakinannya bahwa program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), akan menyentuh 100 persen target penerima manfaat pada akhir tahun 2025.

Dalam pernyataan eksklusif di kediamannya di Hambalang, Bogor, Prabowo menyebut pencapaian ini sebagai salah satu kebanggaan dalam masa awal kepemimpinannya.

“Alhamdulillah, program makan bergizi yang dulu diragukan banyak orang, kini berjalan dan berkembang pesat. Ini membuat saya bahagia,” ujar Prabowo dalam wawancara bersama enam pemimpin redaksi, seperti dikutip dari YouTube, Rabu (9/4/2025).

Program MBG, yang digulirkan secara nasional sejak 6 Januari 2025, telah menyentuh lebih dari 3 juta anak dan akan terus bertambah hingga Desember mendatang. Target akhirnya? Sebanyak 82,9 juta penerima manfaat.

“Kalau progres seperti ini terus berlanjut, saya perkirakan di bulan Oktober atau November kita bisa capai hampir 100 persen sasaran,” tutur Prabowo dengan nada penuh keyakinan.

Meski meraih progres positif, program MBG tetap mendapat sorotan dari beberapa kalangan. Prabowo tak menampik kritik tersebut, namun ia balik mempertanyakan logika di balik penolakan terhadap program yang ia nilai menyentuh akar masalah bangsa.

Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Penghapusan Kuota Impor Komoditas Strategis

“Kalau saya mau kasih makan anak-anak yang lapar, apa salahnya dengan itu?” ucapnya retoris. Prabowo lalu mengungkapkan pengalamannya bertemu anak-anak yang mengalami stunting, salah satunya berusia 10 tahun namun bertubuh kecil seperti anak usia 5 tahun.

Dalam pernyataannya, Prabowo juga membagikan kisah menyentuh dari lapangan. Ada anak yang menyimpan telur dari makan siangnya untuk sang adik di rumah. Ada pula yang memilih tidak makan karena ingin membawa pulang makanan untuk ibunya.

“Ini tidak boleh terjadi. Saya tidak terima,” tegas Prabowo sambil mengepalkan tangan ke meja, menandai keseriusannya.

Untuk memastikan integritas dan kualitas program, pengawasan MBG dilakukan secara berlapis. Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi garda depan dengan sistem pelaporan daring setiap pukul 16.00 WIB.

“Kita tanamkan, jangan ABS (asal bapak senang). Ini menyangkut nyawa anak-anak,” tegas Prabowo.

Tak hanya BGN, pelibatan Kodim, kepolisian, camat, hingga kepala sekolah menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan. Bahkan ketika terjadi kendala teknis seperti pemadaman listrik yang mempengaruhi kualitas makanan, tim MBG langsung bergerak cepat melakukan penggantian.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana juga menegaskan bahwa pihaknya menggandeng Kejaksaan Agung untuk pengawasan ekstra, mengingat besarnya anggaran program yang mencapai Rp 171 triliun di tahun 2025.

“Kami tidak bisa sendirian. Kami butuh pendampingan dan mitigasi dari Kejaksaan,” jelas Dadan dalam konferensi pers, Kamis (20/3/2025). (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *