EKSPOSTIMES.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengguncang jagat program dapur umum nasional. Ribuan mitra yang sebelumnya “tersingkir” akibat kebijakan rollback kini diberi kesempatan emas untuk mendaftar ulang. Portal pendaftaran mitra dapur umum akan dibuka pada Selasa (23/9/2025) pukul 00.00 WIB melalui laman resmi https://mitra.bgn.go.id.
Kebijakan ini diambil setelah 6.018 mitra dari total 18.955 mitra yang dalam proses persiapan “jatuh” statusnya menjadi pengajuan ulang karena dianggap tak melakukan pembangunan selama 30–45 hari.
“Silakan mendaftar kembali di portal mitra, yang kami akan buka kembali nanti malam pukul 00.00. Ini membuat semua orang berhak mendaftar,” tegas Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Dari ribuan mitra yang terkena rollback, hanya 2.123 yang berhasil menunjukkan bukti pembangunan dan mengembalikan statusnya ke tahap persiapan. Sementara itu, 8.767 SPPG sudah beroperasi dan 12.868 lainnya masih dalam proses persiapan. Dengan target ambisius 25.421 SPPG aglomerasi, BGN mengungkap masih ada 3.786 kuota yang kembali terbuka bagi mitra baru.
“Dengan kebijakan rollback itu yang tadinya kuota SPPG di seluruh Indonesia sudah penuh, akhirnya bisa terbuka kembali,” ujar Dadan.
BGN mengingatkan calon mitra agar cermat memilih daerah pendaftaran. Kuota SPPG sangat timpang antarwilayah. Di Aceh, misalnya, hanya tersisa 58 slot dari target 628 SPPG. Jawa Timur masih punya 464 slot, sedangkan Jawa Barat tinggal 405 slot dari total kebutuhan.
Baca Juga: Ratusan Siswa Bogor Keracunan, BGN Bertindak Tegas Evaluasi Pemasok MBG
“Nanti perkabupaten perkecamatannya kita akan kirimkan datanya lebih lengkap. Mitra harus melihat daerah mana yang kuotanya masih ada. Jangan dipaksakan karena kalau sudah habis, kita tidak bisa lagi memverifikasi,” tandas Dadan.
Langkah BGN ini diyakini akan memanaskan kembali persaingan para calon mitra dapur umum yang selama ini mengeluhkan penutupan portal mitra. Apakah kebijakan rollback akan mempercepat pembangunan dapur umum atau justru memicu kekecewaan baru? Publik menanti hasilnya. (*/tim)












