Nasional

Polri Ekspor Jagung dan Bangun Gudang di 12 Provinsi: Dari Penjaga Kamtibmas ke Penjaga Ketahanan Pangan

×

Polri Ekspor Jagung dan Bangun Gudang di 12 Provinsi: Dari Penjaga Kamtibmas ke Penjaga Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas ekspor perdana jagung dari Bengkayang ke Malaysia bersama Presiden Prabowo Subianto
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Prabowo Subianto melepas ekspor perdana 1.200 ton jagung dari Kabupaten Bengkayang ke Sarawak, Malaysia, Kamis (5/6/2025), sebagai bagian dari program nasional ketahanan pangan.

EKSPOSTIMES.COM– Dalam langkah strategis yang menandai perubahan paradigma besar, Polri resmi melepas ekspor perdana 1.200 ton jagung ke Sarawak, Malaysia, Kamis (5/6/2025). Tidak hanya itu, Polri juga memulai pembangunan 18 gudang penyimpanan jagung di 12 provinsi, sebagai bagian dari program nasional ketahanan pangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari panen raya jagung kuartal II tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di lahan pertanian milik masyarakat di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus 3,18 Juta Ton, Tertinggi dalam 23 Tahun, Bukti Ketahanan Pangan Indonesia Makin Kokoh

Momentum panen raya ini bukan hanya seremoni. Dari 218,35 hektare lahan jagung yang dikelola, kini produktivitas melonjak dari 2 ton menjadi 9,3 ton per hektare. Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi erat antara Polres Bengkayang, Lanud Harry Hadisoemantri, masyarakat lokal, dan para pemangku kepentingan lainnya.

 

“Polri berperan aktif sejak awaldari penanaman, edukasi, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Hasilnya kini bisa kita lihat bersama,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Petani lokal yang sebelumnya hanya mengantongi Rp 500 ribu per bulan, kini bisa menikmati pendapatan hingga Rp 4 juta per bulan. Hal ini didorong oleh penggunaan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk presisi MIGO Bhayangkara, hasil riset Polda Kalbar yang terbukti meningkatkan hasil panen secara drastis.

Bukan hanya Kalbar yang bergerak. Dari Gorontalo, 27 ribu ton jagung telah disiapkan untuk ekspor, disusul 20 ribu ton dari NTB. Polri bekerja sama dengan Perum Bulog menyerap hasil panen dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.500 per kg, demi menjawab tantangan surplus nasional yang diperkirakan mencapai 6 juta ton pada 2025.

“Ekspor ke Malaysia bukan sekadar transaksi. Ini adalah bentuk kepercayaan dunia terhadap hasil pertanian Indonesia,” kata Jenderal Sigit saat melepas ekspor perdana seharga Rp 5.900 per kg.

Tak berhenti di situ, Polri juga mendorong hilirisasi hasil pertanian dengan menggandeng perusahaan pakan ternak nasional seperti PT Japfa dan PT Charoen Pokphand. Sebanyak 47 pabrik pakan (feedmills) di 17 provinsi akan mengelola hasil panen, memperkuat ekosistem pangan dari hulu ke hilir.

Dua pabrik baru pun sedang dibangun—satu di Kabupaten Maros, Sulsel, dan satu lagi di Kabupaten Lamongan, Jatim. Pabrik di Lamongan disebut-sebut akan menjadi fasilitas pengolahan pakan ternak terbesar di Asia Tenggara.

Untuk menjawab tantangan pasca-panen dan penyimpanan, Polri menggandeng Bulog membangun 18 gudang berkapasitas total 18 ribu ton, yang berdiri di atas lahan milik Polri sendiri. Target penyelesaian proyek ini adalah Agustus 2025, menjelang puncak musim panen tahap selanjutnya.

Langkah ini membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal bertani, tapi juga soal logistik, penyimpanan, dan distribusi.

Baca Juga: Wamentan Sudaryono Tegaskan Komitmen Bangun Irigasi Pertanian demi Swasembada Pangan

Semangat kolaborasi menjadi kata kunci. Melalui Koperasi Produsen Teguh Sejahtera, Polri memfasilitasi hubungan langsung antara petani dan eksportir luar negeri. Koperasi ini menjadi aktor penting dalam menyatukan kepentingan ekonomi rakyat dengan peluang pasar global.

“Stabilitas nasional tak hanya soal keamanan, tapi juga soal perut rakyat. Polri hadir bukan hanya dengan senjata, tapi juga dengan benih dan pupuk,” tandas Kapolri.

Transformasi peran Polri menjadi bagian dari arus besar reformasi sektor pertanian nasional. Dari aparat yang selama ini dikenal sebagai penjaga Kamtibmas, kini mereka juga hadir sebagai penggerak pembangunan ekonomi rakyat, khususnya di sektor pangan.

Dengan pendekatan komprehensif dari hulu ke hilir, Polri menunjukkan bahwa stabilitas negara berakar dari ketahanan pangan yang tangguh dan kolaborasi tanpa batas antara negara dan rakyatnya. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d