EKSPOSTIMES.COM- Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan daerah tertinggal.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar sosialisasi serta penyerahan Beasiswa KIP Kuliah dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) 2025 guna memastikan distribusi bantuan pendidikan berjalan optimal.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul adalah prioritas nasional.
“Pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi agar seluruh anak bangsa, terutama yang kurang mampu dan berasal dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dapat menikmati kesempatan yang sama,” ujar Brian dalam acara tersebut, Sabtu (15/3).
Baca Juga: Ahmad Muzani: Premanisme Ormas Ancam Investasi, Pemerintah Harus Bertindak Tegas
Brian menjelaskan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi program strategis nasional yang tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga bertujuan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia.
Pada semester genap 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp7,3 triliun untuk 847.333 mahasiswa. Hingga 13 Maret 2025, sebanyak Rp4,86 triliun telah disalurkan kepada 547.777 mahasiswa.
“Kami telah menyalurkan dana Rp4,86 triliun dan akan terus mempercepat proses pencairan. Harapannya, mahasiswa bisa menerima beasiswa lebih awal sehingga tidak mengalami kendala finansial dalam menyelesaikan studinya,” tegas Brian.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyambut baik inisiatif ini dan mendorong sinergi lebih erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan legislatif untuk memastikan efektivitas program.
“Kami mendukung penuh optimalisasi skema pendanaan beasiswa, termasuk peningkatan peluang bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S3 guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional,” ujar Hetifah.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menambahkan bahwa pada 2025, beasiswa KIP Kuliah akan diberikan kepada 1.040.192 mahasiswa, sementara beasiswa ADIK akan menjangkau 9.141 mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk Papua dan wilayah tertinggal.
“Kami memastikan beasiswa ini benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan, serta mempercepat pencairan agar mahasiswa dapat fokus pada studinya tanpa terbebani masalah ekonomi,” kata Togar.
Dengan langkah strategis ini, pemerintah berharap akses pendidikan tinggi semakin terbuka luas, sehingga mampu mencetak generasi unggul yang berdaya saing global. (riz)









