Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Luncurkan Program PINTAR, Strategi Baru Tekan Kemiskinan Desa

×

Pemerintah Luncurkan Program PINTAR, Strategi Baru Tekan Kemiskinan Desa

Sebarkan artikel ini
Deputi Ali Murtopo Simbolon resmikan Program PINTAR di Desa Paninggaran, Kuningan, sebagai strategi inklusi keuangan tekan kemiskinan desa.

EKSPOSTIMES.COM – Di tengah upaya keras menekan angka kemiskinan hingga ke titik nol pada 2026, pemerintah meluncurkan program terobosan baru bernama Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR). Program ini menjadi senjata strategis untuk menjangkau masyarakat desa, kelompok yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan keuangan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin per September 2024 masih berada di angka 24,06 juta orang. Meski tren menurun, fakta menunjukkan tingkat kemiskinan di desa masih lebih tinggi dibanding perkotaan. Inilah yang mendorong pemerintah menggulirkan PINTAR dengan pendekatan langsung ke akar rumput.

Peluncuran perdana berlangsung di Desa Paninggaran, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (29/8). Desa ini dipilih sebagai pilot project karena potensi ekonomi lokalnya yang besar mulai dari pertanian, perkebunan, hingga kopi unggulan yang sudah membidik pasar Eropa. Sebanyak 187 keluarga penerima manfaat (KPM) dari kelompok desil 1–4 menjadi sasaran utama program.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan program ini tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan sosial, tetapi mengubah bantuan menjadi motor penggerak usaha produktif.

Baca Juga: ASEAN Teguhkan Komitmen Lingkungan, Indonesia Desak Kesepakatan Global Hentikan Polusi Plastik

“Dengan kolaborasi seluruh mitra, tiga bulan ke depan sudah dapat terlihat progres nyata dalam pemberdayaan ekonomi KPM,” ujarnya penuh optimisme.

Langkah ini juga mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, Ismail Riyadi, menyoroti peran lebih dari 1,7 juta agen Laku Pandai yang tersebar di seluruh Indonesia. Infrastruktur ini diyakini mampu memperluas jangkauan layanan keuangan digital hingga ke pelosok.

“Program PINTAR dapat dikolaborasikan dengan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) yang sudah kami jalankan,” jelas Ismail.

Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat diyakini menjadikan PINTAR lebih dari sekadar program percontohan. Ia diharapkan menjadi katalisator pembangunan desa yang menginspirasi wilayah lain. Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan, Erdiriyo, menekankan pentingnya kesinambungan kerja sama ini.

“Mari pastikan setiap keluarga desa bukan hanya bertahan, tetapi berkembang dan sejahtera,” tegasnya.

Acara peluncuran di Paninggaran turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, jajaran Dinas Sosial, Kepala Desa Paninggaran, perwakilan lembaga keuangan, hingga masyarakat setempat. Kehadiran mereka menandai keseriusan bahwa perang melawan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui gotong royong lintas sektor.

Dengan target ambisius menuju nol kemiskinan ekstrem, PINTAR diharapkan menjadi bukti bahwa desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan motor utama lahirnya pertumbuhan inklusif dan berkeadilan. (Lian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d