EKSPOSTIMES.COM- Laga final Piala FA 2024/2025 mempertemukan Crystal Palace melawan juara bertahan Manchester City di Stadion Wembley, Sabtu (18/5) malam WIB. Meski tidak diunggulkan, Palace tampil luar biasa dan berhasil menaklukkan Man City dengan skor 1-0, sehingga keluar sebagai juara untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Manchester City mengawali pertandingan dengan dominasi penuh. Pada menit keenam, peluang emas didapatkan oleh Erling Haaland lewat tendangan voli yang sayangnya masih bisa ditepis kiper Dean Henderson. Man City terus menekan, termasuk ancaman dari bola mati pada menit ke-12, saat Josko Gvardiol menyundul bola hasil eksekusi Savinho, namun kembali digagalkan Henderson.
Baca Juga: Liga Primer Inggris: Tembok Southampton Gagalkan Serangan Man City, Duel Berakhir Tanpa Gol
Namun, momentum berubah pada menit ke-16 ketika Palace melancarkan serangan balik cepat. Daniel Munoz memberi umpan matang yang membuka ruang bagi Eberechi Eze. Dengan tenang, Eze melepas tendangan ke gawang dan membawa Istana unggul 1-0.
Meski Man City mendominasi penguasaan bola dan mencatatkan delapan tembakan pada babak pertama, mereka gagal memecah kebuntuan. Kesempatan terbaik lainnya dari Palace justru datang saat penalti untuk Man City lewat Omar Marmoush yang gagal menjadi gol.
Memasuki babak kedua, Man City terus menggempur pertahanan Palace. Jeremy Doku mendapat beberapa peluang pada menit ke-46 dan 49. Namun, upaya mereka belum membuahkan hasil. Pada menit ke-58, Palace sempat mencetak gol lewat Daniel Munoz yang menyambar bola muntah, tetapi gol dianulir karena offside setelah pemeriksaan VAR.
Pelatih Pep Guardiola pun melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Claudio Echeverri, Phil Foden, dan Ilkay Gundogan untuk menambah daya gedor. Meski menciptakan 15 tembakan di babak kedua dengan penguasaan bola mencapai 76 persen, Man City tetap gagal menembus pertahanan kokoh Palace.
Pada akhirnya, skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir, membawa Crystal Palace merebut gelar juara Piala FA pertama mereka sejak berdiri 119 tahun lalu.
Eberechi Eze menjadi pahlawan kemenangan Palace. Winger berusia 26 tahun ini tidak hanya mencetak gol kemenangan, tetapi juga tampil impresif sepanjang laga dengan kemampuan merepotkan pertahanan Man City. Selama turnamen Piala FA 2024/2025, Eze telah mengoleksi empat gol dan satu assist dalam lima pertandingan.
“Ini sangat istimewa. Saya bahkan tidak tahu harus berkata apa. Puji Tuhan, hanya Tuhan yang bisa melakukan ini. Menghadapi tim terbaik di dunia selama bertahun-tahun dan menunjukkan semangat serta energi seperti itu, itu adalah karunia dari Tuhan,” ujar Eze usai pertandingan.
Namun, laga ini juga menyisakan kontroversi besar. Pada babak pertama, terdapat insiden handball oleh kiper Dean Henderson yang berpotensi mendapat kartu merah. Bola disapu Henderson di luar kotak penalti ketika Erling Haaland dalam posisi mengancam. Wasit Stuart Attwell dan VAR memutuskan tidak memberikan hukuman apapun.
Legenda sepak bola Wayne Rooney mengecam keputusan tersebut, mengatakan kepada BBC Sport,
“Itu kartu 100% kartu merah. Haaland hendak menendang bola dan Henderson menyapu bola. Bagaimana mereka bisa salah?”
Baca Juga: Comeback Spektakuler, Manchester City Bungkam Crystal Palace 5-2
Bagi Crystal Palace, trofi ini sangat bersejarah. Ini menjadi trofi mayor pertama yang mereka menangkan di level tertinggi sepak bola Inggris. Sebelumnya, Palace sempat mencapai final Piala FA pada 2016, tetapi kalah 1-2 dari Manchester United.
Dengan keberhasilan ini, Crystal Palace akhirnya punya cerita kejayaan yang bisa dikenang dan diwariskan ke generasi berikutnya. Sedangkan Manchester City harus menunda ambisi menambah koleksi trofi mereka musim ini. (*/tim)













