EKSPOSTIMES.COM — Manchester City menunjukkan karakter juara ketika bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menumbangkan Crystal Palace dengan skor meyakinkan 5-2 di Stadion Etihad, Sabtu (12/4). Kemenangan ini mengantar The Citizens naik ke empat besar klasemen sementara Premier League dan menjaga peluang finis di zona Liga Champions.
Crystal Palace sempat mengejutkan tuan rumah melalui gol cepat dari Eberechi Eze dan Chris Richards. Bahkan, Eze sempat mencetak gol kedua yang dianulir karena offside. Jika gol tersebut disahkan, Palace bisa saja memimpin 3-0 di pertengahan babak pertama. Namun, momentum mulai berubah ketika Kevin De Bruyne tampil sebagai katalis kebangkitan City.
Gelandang asal Belgia itu mencetak gol indah dari tendangan bebas untuk memperkecil ketertinggalan, sebelum Omar Marmoush, yang menggantikan peran Erling Haaland di lini depan, mencetak gol penyama kedudukan. Hanya berselang beberapa menit dari gol De Bruyne, suasana di Etihad berubah total. City kembali menemukan ritmenya.
Kebangkitan berlanjut di awal babak kedua. Mateo Kovacic mencetak gol ketiga City hanya 77 detik setelah restart, membawa tuan rumah unggul untuk pertama kalinya dalam pertandingan. Tidak berhenti di situ, pemain muda James McAtee, yang tampil sebagai starter Liga Premier untuk pertama kalinya, mencatatkan namanya di papan skor dan memperbesar keunggulan menjadi 4-2.
Gol penutup datang dari Nico O’Reilly, lulusan akademi City lainnya, yang tendangan volinya membelok masuk ke gawang dan menjadi gol debutnya di Liga Inggris. Kombinasi pemain senior dan muda dalam laga ini menjadi sorotan, menunjukkan kedalaman skuad City yang luar biasa meski dilanda cedera pemain kunci seperti Haaland, Phil Foden, dan Nathan Ake.
Manajer Pep Guardiola tak ragu menyebut Kevin De Bruyne sebagai pemain kunci dalam kebangkitan City.
“Ia bermain fantastis, Kevin membantu kami memutus momentum buruk. Ia banyak berjuang, sangat cerdas saat menguasai bola, dan sangat menentukan dalam momen-momen krusial.”” ujar Guardiola.
De Bruyne terlibat dalam proses tiga dari lima gol City. Dengan peran yang lebih bebas di lini tengah, ia mengisi kekosongan kreativitas yang ditinggalkan Foden dan kehadiran fisik yang biasanya diisi oleh Haaland. Di usia 33 tahun, pengaruh De Bruyne tetap tak tergantikan.
Guardiola juga memberikan pujian kepada James McAtee.
Baca Juga: Liverpool Terancam Kehilangan Trent Alexander-Arnold
“Ia mencetak satu gol, tapi seharusnya bisa empat. Jika seorang pemain bisa mencetak empat gol, itu artinya ia punya insting luar biasa. Hari ini ia belum mencapainya, tapi ia menunjukkan potensi besar,” ujarnya.
Di sisi lain, manajer Crystal Palace Oliver Glasner harus menerima kenyataan pahit. Timnya, yang sebelumnya tak terkalahkan di laga tandang sepanjang 2025, akhirnya tumbang. Tanpa kehadiran bek utama Marc Guehi, pertahanan Palace mudah ditembus meski sempat tampil dominan di awal laga.
Keputusan Glasner mengganti Jean-Philippe Mateta di babak pertama dan mengubah formasi menjadi 3-5-2 menjadi bumerang.
“Saya pikir itu keputusan taktis yang salah, Kami ingin menguasai lini tengah, tapi justru kehilangan kendali permainan.” aku Glasner.
Meskipun kecewa, Glasner sempat memberikan isyarat peringatan kepada Guardiola, mengingat kedua tim berpotensi kembali bertemu di final Piala FA bulan depan.
“Saya bilang ke Pep, jika kita bertemu lagi, jangan main dengan sistem yang sama. Kami akan siap kali ini,” katanya penuh percaya diri.
Kemenangan ini menandai titik balik penting bagi Manchester City yang kini hanya terpaut dua poin dari posisi ketiga yang ditempati Nottingham Forest.
Dengan sisa laga yang semakin menipis, The Citizens tetap menjadi kekuatan yang menakutkan dalam perburuan posisi empat besar dan mungkin lebih dari itu, jika tren positif ini berlanjut. (*/Riz)













