Olahraga

Union Berlin Tahan Imbang Leverkusen 0-0, Xhaka Bersinar di Tengah Frustrasi

×

Union Berlin Tahan Imbang Leverkusen 0-0, Xhaka Bersinar di Tengah Frustrasi

Sebarkan artikel ini
Granit Xhaka tampil dominan meski Bayer Leverkusen ditahan imbang 0-0 oleh Union Berlin
Xhaka Tampil Menonjol saat Leverkusen Ditahan Imbang Union Berlin 0-0

EKSPOSTIMES.COM — Ambisi Bayer Leverkusen untuk terus menempel ketat pemuncak klasemen Bundesliga harus tertahan usai ditahan imbang 0-0 oleh Union Berlin di BayArena, Sabtu (12/4). Meski tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang, tim asuhan Xabi Alonso gagal menembus pertahanan disiplin Union yang bermain solid hingga menit akhir.

Leverkusen menguasai 70% penguasaan bola dan menunjukkan intensitas menyerang sejak awal laga. Jeremie Frimpong langsung mengancam dengan tembakan ke sisi gawang lawan hanya dalam hitungan detik setelah kick-off. Namun, seperti sepanjang pertandingan, penyelesaian akhir menjadi masalah utama bagi tuan rumah.

Union Berlin yang datang dengan catatan tak terkalahkan dalam empat laga sebelumnya menunjukkan perlawanan berarti. Tim tamu bahkan sempat mencetak gol lebih dulu melalui Leopold Querfeld di menit ke-14, namun dianulir wasit karena posisi offside. Peluang tersebut menjadi pengingat bahwa tim asuhan Steffen Baumgart tetap berbahaya dalam skema serangan balik mereka.

Patrik Schick dua kali nyaris membuka keunggulan Leverkusen di babak pertama, tetapi ketangguhan kiper Union, Frederik Rønnow, menjadi tembok penghalang utama. Penjaga gawang asal Denmark itu tampil gemilang, mencatat beberapa penyelamatan penting sepanjang laga.

Memasuki babak kedua, Alonso mencoba mengubah pendekatan dengan memasukkan Florian Wirtz di menit ke-57 untuk menambah kreativitas lini depan. Kehadiran playmaker muda tersebut memang langsung terasa, dengan ritme serangan Leverkusen meningkat. Tak lama berselang, Exequiel Palacios memaksa Rønnow kembali bekerja keras menepis tembakan keras dari luar kotak penalti.

Union Berlin tak hanya bertahan. Mereka masih mampu memberikan tekanan dalam transisi, terutama lewat kecepatan Benedict Hollerbach. Pada menit ke-72, sang penyerang memiliki peluang emas untuk mencetak gol, namun penyelesaian akhirnya melebar dari gawang Lukas Hradecky.

Di sepuluh menit akhir, intensitas pertandingan meningkat. Kedua tim saling melakukan pelanggaran taktis, dan wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning saat emosi pemain mulai memanas. Leverkusen menyerbu habis-habisan di menit akhir, namun tetap tak mampu memecah kebuntuan hingga peluit panjang dibunyikan.

Meski hasilnya mengecewakan bagi Leverkusen, performa Granit Xhaka patut mendapat sorotan positif. Gelandang internasional Swiss ini menjadi pusat permainan timnya. Ia mencatatkan akurasi umpan mencapai 92%, dengan sebagian besar umpannya bersifat progresif untuk membongkar pertahanan ketat Union Berlin.

Xhaka juga mampu menghindari tekanan lawan secara konsisten, sukses keluar dari 82% situasi pressing yang dihadapinya. Selain itu, kontribusi defensifnya tak kalah penting. Ia melakukan sejumlah intersepsi dan menjadi pelindung utama di depan lini belakang, terutama dalam mengantisipasi serangan balik Union yang mengandalkan kecepatan.

Baca Juga: Mainz vs Freiburg: Drama Kartu Merah & Gol di MEW Arena

“Xhaka adalah alasan utama kami bisa tetap mendominasi. Dia mengatur tempo dan membuat kami tetap tenang di tengah tekanan, Sayangnya, kami hanya kurang satu hal – gol.” puji Xabi Alonso seusai laga.

Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Union menjadi lima laga dan memberi mereka satu poin berharga dari lawatan sulit. Baumgart mengakui anak asuhnya tampil disiplin dan patuh pada rencana permainan.

“Bertahan di sini dan menjaga clean sheet melawan tim sekelas Leverkusen adalah pencapaian besar. Semua pemain bertahan dengan hati,” ujar Baumgart.

Leverkusen boleh kecewa karena gagal menang, tapi performa mereka tetap menunjukkan kualitas sebagai penantang gelar. Di sisi lain, Union Berlin menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing melawan siapa pun dengan pendekatan kolektif yang rapi dan determinasi tinggi.

Dengan sisa musim yang semakin menipis, setiap poin kini menjadi krusial. Leverkusen harus segera bangkit jika ingin terus berada dalam perburuan juara. Sementara Union bisa pulang dengan kepala tegak, membawa satu poin dari markas salah satu tim terkuat di Bundesliga musim ini. (*/Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d