EKSPOSTIMES.COM – Striker Aston Villa, Ollie Watkins, mengirimkan pesan tegas kepada manajernya, Unai Emery, usai tampil gemilang dalam kemenangan telak 4-1 atas Newcastle United pada Sabtu (19/4) malam WIB.
Watkins mengaku kecewa berat karena hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam dua leg perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG), dan ia membuktikan kapasitasnya sebagai andalan utama di lini depan dengan performa luar biasa di Villa Park.
Watkins hanya bermain selama 20 menit di masing-masing laga melawan PSG, padahal kontribusinya sepanjang musim ini sangat signifikan. Dalam wawancara dengan Sky Sports seusai laga kontra Newcastle, Watkins menyatakan ketidaksenangannya secara blak-blakan.
“Saya tidak akan berbohong, saya marah karena tidak bermain. Saya sudah memberitahu dia [Unai Emery] tentang hal itu,” ujarnya.
Meski menghormati keputusan pelatih, Watkins menegaskan bahwa dirinya bukan tipe pemain yang nyaman duduk di bangku cadangan.
“Saya ingin tampil di pertandingan besar, saya merasa pantas mendapatkannya setelah apa yang saya berikan musim ini,” lanjutnya.
Kemarahan itu disalurkan secara positif di atas lapangan. Hanya dalam waktu 33 detik sejak laga dimulai, Watkins sudah mencetak gol pembuka. Gol itu membuat dirinya menyamai rekor Gabriel Agbonlahor sebagai pencetak gol terbanyak Aston Villa di Premier League dengan 74 gol. Tak hanya itu, dia juga berkontribusi dalam terciptanya gol kedua Villa dengan memberikan assist kepada Ian Maatsen.
Baca Juga:Aston Villa Meraih Kemenangan 3-0 Yang Meyakinkan Atas Brighton & Hove Albion
Unai Emery, menanggapi komentar sang penyerang dengan diplomatis. “Sungguh luar biasa bisa marah, dan fantastis baginya bermain seperti yang dia lakukan hari ini,” kata manajer asal Spanyol tersebut, mengisyaratkan bahwa respons positif Watkins menunjukkan kedewasaan dan profesionalisme.
Laga melawan Newcastle menjadi pertunjukan kekuatan Aston Villa yang tengah dalam performa menanjak. Setelah sempat disamakan oleh gol sundulan Fabian Schar di menit ke-18, Villa mengambil alih kendali di babak kedua. Gol-gol dari Maatsen, Dan Burn (gol bunuh diri), dan Amadou Onana dalam rentang waktu 11 menit menjadikan kemenangan mereka sangat meyakinkan.
Statistik mengesankan terus ditorehkan Villa. Kemenangan atas Newcastle adalah yang ke-10 dari 11 laga terakhir di semua kompetisi. Mereka kini duduk di peringkat keenam klasemen sementara Premier League, sejajar poin dengan posisi kelima yang ditempati Nottingham Forest, dan hanya terpaut dua angka dari Newcastle yang berada di peringkat ketiga.
Watkins sendiri nyaris menambah pundi-pundi golnya setelah dua kali membentur tiang gawang di babak pertama. Performanya menjadi pusat permainan menyerang Villa. Di sisi lain, Jacob Ramsey dan John McGinn juga tampil impresif, dengan McGinn hampir mencetak gol jika tidak digagalkan oleh kiper Newcastle, Nick Pope.
Dengan sisa lima pertandingan musim ini, Aston Villa memiliki peluang besar untuk mengamankan tiket ke Liga Champions untuk musim kedua berturut-turut. Tantangan selanjutnya tidak ringan, karena mereka akan menghadapi tim kuat Manchester City dan Bournemouth. Namun, kemenangan atas Newcastle yang sebelumnya dalam tren enam kemenangan beruntun memberikan modal kepercayaan diri tinggi.
Ollie Watkins telah menunjukkan bahwa ia bukan hanya pantas menjadi starter, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam ambisi Villa untuk menembus level tertinggi Eropa. Dengan 74 gol yang telah ia cetak di Premier League, sang penyerang kini berdiri sejajar dengan legenda klub. Dan jika performa seperti ini terus berlanjut, Watkins akan menuliskan namanya lebih dalam dalam sejarah Aston Villa.
(*/red)













