EKSPOSTIMES.COM – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyebut kemenangan dramatis 4-3 atas Celta Vigo sebagai salah satu momen paling emosional dan penting musim ini. Diwarnai penalti menit ke-98 oleh Raphinha, comeback luar biasa di Stadion Olimpiade itu mempertegas mental juara yang sedang dibangun kembali oleh raksasa Catalan.
Barcelona sempat tertinggal 1-3 setelah Borja Iglesias mencetak hattrick yang mengejutkan publik tuan rumah, meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Ferran Torres. Namun dalam 30 menit terakhir, Dani Olmo dan Raphinha membalikkan keadaan, sebelum penalti telat memastikan tiga poin krusial untuk tim asuhan Flick, yang kini unggul tujuh poin dari Real Madrid, dengan enam laga tersisa.
“Setelah 3-1, sungguh luar biasa bagaimana kami bangkit, itu tidak mudah. Tapi saya bangga dengan apa yang ditunjukkan tim ini. Sikap mereka, mentalitas mereka sungguh luar biasa melihatnya.”ujar Flick dalam konferensi pers usai pertandingan
Baca Juga: Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen Setelah Bungkam Girona
Ini bukan kali pertama Barcelona membalikkan defisit dua gol musim ini. Sebelumnya, mereka juga membalikkan keadaan untuk menang 5-4 atas Benfica di Liga Champions pada Januari, dan mengatasi ketertinggalan saat menumbangkan Atlético Madrid 4-2 pada Maret lalu.
Flick menilai bahwa transformasi timnya, terutama secara mental, baru terlihat setelah jeda Natal.
“Pada bulan November kami masih terlihat rapuh. Kepalanya tertunduk, energi negatif. Tapi sekarang semuanya berbeda. Kami memiliki energi positif dan terus maju,” katanya.
Comeback ini menjadi bukti perkembangan signifikan Blaugrana di bawah arahan Flick, terutama dalam hal kepercayaan diri dan determinasi hingga menit terakhir. Menurut sang pelatih, situasi saat kedudukan 1-3 sangat kritis, tetapi tanggapan cepat timnya mengubah segalanya.
“Begitu kami kebobolan [gol ketiga], Pedri langsung mengambil bola dan bersiap untuk melanjutkan permainan. Dan itu awal dari perubahan. Tidak lama kemudian Olmo mencetak gol, dan Raphinha menyamakan kedudukan,” ungkap Flick.
Pemain muda Lamine Yamal juga memainkan peran penting. Masuk dari bangku cadangan, ia memberikan assist krusial untuk gol Raphinha. Sementara itu, Dani Olmo, selain mencetak gol kedua, juga menjadi sosok yang dilanggar di kotak penalti menjelang akhir laga, yang kemudian dikonfirmasi oleh VAR sebagai penalti.
Namun kemenangan penting ini dibayangi oleh cederanya Robert Lewandowski. Striker utama Barça itu ditarik keluar pada menit ke-77 karena mengalami masalah pada hamstring.
“Kita harus menunggu sampai besok untuk mengetahui seberapa parahnya. Dari pengalaman saya, sebaiknya kita tidak terburu-buru,” jelas Flick.
Cederanya Lewandowski menjadi ancaman serius bagi Barcelona, yang kini memasuki fase krusial musim. Dalam waktu kurang dari sebulan, mereka akan menjamu Mallorca, melakoni final Copa del Rey melawan Real Madrid, menghadapi Inter Milan dalam dua leg semifinal Liga Champions, dan menghadapi Madrid lagi dalam laga El Clásico penentu gelar LaLiga pada 11 Mei mendatang.
“Bagi saya, hal terpenting adalah kami menunjukkan bahwa kami ada di sini untuk bertarung. Kami tidak menyerah, bahkan dalam kondisi sulit,” tandas Flick.
Dengan semangat tak kenal lelah dan hasil-hasil positif di berbagai kompetisi, Barcelona kini tampak lebih siap dari sebelumnya untuk menantang dominasi Real Madrid. Dan jika mentalitas “pantang menyerah hingga peluit akhir” terus terjaga, bukan tidak mungkin Barça akan menutup musim ini dengan lebih dari satu trofi di tangan.
(*/Riz)













