EKSPOSTIMES.COM– Di tengah dinginnya embusan angin pagi dan kabut tebal yang menyelimuti Gunung Lokon, Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis, S.I.K. bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tomohon Ny. Ike Nur Kholis, serta jajaran pejabat utama, kapolsek, perwira hingga brigadir, menaklukkan jalur pendakian demi menggelorakan semangat Hari Bhayangkara ke-79, Sabtu (28/6/2025).
Tepat pukul 06.30 WITA, rombongan start dari Kelurahan Kakaskasen Dua, Kecamatan Tomohon Utara. Dengan tekad dan stamina yang kuat, mereka mendaki selama kurang lebih tiga jam hingga berhasil mencapai puncak Gunung Lokon, salah satu ikon alam Sulawesi Utara.
Baca Juga: Perkuat Sinergi TNI-Polri, Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis Kunjungi Rindam XIII/Merdeka
Dari ketinggian yang menantang itu, di atas tanah yang masih bergetar oleh riwayat letusan masa lalu, AKBP Nur Kholis bersama seluruh tim menyuarakan ucapan penuh makna:
“Selamat Hari Bhayangkara Ke-79, 1 Juli 2025!” Ucapan itu menggema bersama semangat pengabdian, menyatu dengan langit biru dan barisan bukit yang menghampar sejauh mata memandang.
Momen ini tak hanya menjadi ekspedisi fisik, tapi juga perjalanan spiritual dan simbolik. Di puncak Lokon, digelar prosesi sakral pembaretan Bintara Remaja Angkatan-50 Polres Tomohon.
Dengan tangan sendiri, Kapolres AKBP Nur Kholis menyematkan baret kepada perwakilan Bintara secara simbolis, menandai babak baru dalam pengabdian mereka kepada institusi dan negara.
“Ini bukan sekadar simbol. Ini adalah awal tanggung jawab sejati, mengabdi tanpa ragu, berani tanpa pamrih,” ujar Kapolres dalam pesannya kepada para Bintara muda.
Baca Juga: Polres Tomohon Sapu Bersih Premanisme! 16 Ditangkap, Iklim Investasi Kini Lebih Aman
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-79, yang tahun ini mengusung semangat reflektif dan inspiratif. Di saat banyak institusi memilih seremoni, Polres Tomohon memilih mendaki menandakan bahwa pengabdian Polri bukan hanya soal tugas di darat, tapi juga perjuangan menembus batas fisik dan mental.
Di Gunung Lokon, semangat Bhayangkara kembali dikukuhkan. Di sanalah para penegak hukum dan pelayan masyarakat berdiri di bawah langit bebas, membuktikan bahwa mereka bukan hanya penjaga keamanan, tapi juga manusia-manusia setia pada nilai, tradisi, dan komitmen luhur. (*/tim)













