Olahraga

Manchester United vs Manchester City Berakhir Imbang Tanpa Gol: Musim Sulit Kedua Klub

×

Manchester United vs Manchester City Berakhir Imbang Tanpa Gol: Musim Sulit Kedua Klub

Sebarkan artikel ini
Aksi duel pemain Manchester United dan Manchester City dalam laga tanpa gol di Old Trafford.
Rasmus Hojlund terlihat berteriak pada rekan setimnya di Manchester United, Alejandro Garnacho, saat mereka bermain imbang tanpa gol dengan Manchester City pada hari Minggu.

EKSPOSTIMES.COM – Pertandingan antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford pada Minggu (6/4) berakhir imbang 0-0, mencerminkan kesulitan yang dialami kedua tim sepanjang musim ini.

Dalam laga bertajuk derbi Manchester tersebut, baik United maupun City gagal menampilkan kualitas permainan terbaik, meskipun peluang-peluang berbahaya sempat tercipta dari kedua kubu.

Manchester City mendominasi penguasaan bola seperti biasanya, namun Manchester United justru lebih tajam dalam menciptakan peluang dan unggul dalam statistik expected goals (xG).

Salah satu momen paling menentukan datang di awal pertandingan ketika Alejandro Garnacho nyaris lolos di belakang pertahanan City sebelum dijatuhkan Rúben Dias di tepi kotak penalti, tetapi peluang tersebut tidak berbuah gol.

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, memiliki lebih banyak alasan untuk merasa puas dibanding Pep Guardiola.

Meski timnya tertahan di posisi ke-13, penampilan positif di babak pertama menjadi sinyal bahwa United masih memiliki potensi untuk bersaing.

Sementara itu, City tetap berada di posisi kelima, posisi yang berpotensi menjadi batas akhir untuk lolos ke Liga Champions, dengan tujuh laga tersisa.

Sikap tegas Amorim juga terlihat saat ia memilih untuk mengganti Harry Maguire lebih awal di babak kedua, meski sang bek tengah menyatakan ingin tetap bermain.

Amorim dengan cepat memberi isyarat “pergantian”, mengindikasikan bahwa keselamatan Maguire lebih penting, terutama dengan absennya Matthijs de Ligt dan laga penting Liga Europa melawan Lyon yang sudah menanti.

Dalam skema Amorim, Liga Europa kini menjadi prioritas utama. Peluang untuk meraih trofi dan lolos ke Liga Champions lewat jalur Eropa tampak lebih realistis dibanding bersaing di papan atas Liga Primer dari posisi ke-13 saat ini.

Sementara itu, performa lini depan United kembali menjadi sorotan, khususnya Rasmus Hojlund.

Striker muda asal Denmark itu hanya menyentuh bola 14 kali dan minim kontribusi selama 71 menit sebelum digantikan oleh Joshua Zirkzee.

Statistik buruk, satu gol dalam 24 penampilan terakhir  menambah tekanan pada pemain yang ditebus seharga £70 juta dari Atalanta musim panas lalu.

Meski usaha dan pergerakannya terlihat, Hojlund dinilai masih belum cukup matang secara taktik dan teknik untuk menjadi penyerang tengah andalan di level tertinggi.

Di kubu Manchester City, penampilan Phil Foden kembali mengecewakan. Setelah musim luar biasa tahun lalu dengan torehan 27 gol dan 12 assist, musim ini Foden justru tampil jauh di bawah ekspektasi.

Pengaruh buruk Euro 2024, cedera, dan kelelahan tampak memengaruhi permainannya. Ia digantikan di babak kedua setelah gagal memberikan kontribusi berarti.

Kevin De Bruyne juga menjadi sorotan. Gelandang berusia 33 tahun itu mendapatkan kesempatan langka sebagai starter, namun penampilannya memperlihatkan bahwa ia tak lagi memiliki kecepatan dan intensitas seperti dulu.

De Bruyne sudah mengumumkan akan meninggalkan City di akhir musim saat kontraknya berakhir, dan pertandingan ini menjadi simbol dari penurunan perannya dalam skuad asuhan Guardiola.

Masalah Manchester City semakin tampak jelas di lini tengah. Tiga gelandang utama mereka, De Bruyne, Ilkay Gündogan, dan Mateo Kovacic, memiliki total usia 97 tahun, sementara Bernardo Silva juga telah berusia 31 tahun.

Baca Juga: Arsenal Hancurkan Manchester City 5-1 di Emirates

Ketiganya telah menjadi fondasi kesuksesan City, tetapi regenerasi sudah tak terhindarkan. Nico Gonzalez yang baru didatangkan dari Porto mungkin menjadi awal dari perombakan, namun City membutuhkan lebih dari itu untuk kembali bersaing di level tertinggi.

Liverpool dan Arsenal telah melakukan pembaruan besar di lini tengah mereka, dan kini saatnya bagi City untuk mengikuti langkah tersebut.

Beban berat akan berada di pundak direktur olahraga baru, Hugo Viana, untuk memastikan transisi ini berjalan mulus dan membawa City kembali ke jalur juara.

Hasil imbang ini memperpanjang musim yang penuh ketidakpastian bagi kedua klub Manchester, dan menjadi pengingat bahwa meski memiliki nama besar, perombakan dan pembaruan tetap diperlukan agar tetap kompetitif di level tertinggi. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d