EKSPOSTIMES.COM– Tatapan Wika Salim tak lagi semanis biasanya. Nada bicaranya tegas, bergetar antara amarah dan luka. Di balik senyum presenter dan penyanyi dangdut asal Bogor itu, tersimpan bara yang meletup usai namanya diseret dalam isu keji dituduh sebagai “simpanan” pria kaya.
Bukan gosip biasa. Tuduhan itu viral, menyebar cepat lewat media sosial tanpa fakta, tanpa belas kasih. Dan Wika pun memilih untuk tidak diam.
“Saya bisa marah kalau dibilang simpanan. Saya kerja, bukan numpang hidup,” ujarnya, Sabtu (26/7/2025).
Baginya, ini bukan hanya soal reputasi pribadi. Ini tentang harga diri seorang perempuan yang bekerja keras dari nol.
Wika mengurai kisah perjuangannya yang jarang disorot kamera. Mulai dari bangun pagi untuk siaran, berpindah dari satu panggung ke panggung lain, hingga mengatur semua keperluan kerjanya tanpa manajer mewah atau bantuan “orang dalam”.
Baca Juga: Sembilan Bulan dalam Ketakutan, Erika Carlina Ungkap Teror dari DJ Panda
“Orang cuma lihat saya di TV, tapi nggak lihat prosesnya. Dari dulu saya kerja sendiri, capek sendiri, ngatur sendiri. Saya beli rumah buat orang tua dari hasil nyanyi,” tegasnya.
Ia tak menampik bahwa sejak lama sudah terbiasa menghadapi komentar miring. Namun, kali ini berbeda. Fitnah yang dilemparkan padanya bukan hanya menyakitkan, tapi merendahkan perjuangan dan martabat perempuan.
Tak sedikit netizen yang menyatakan simpati atas keberanian Wika. “Mbak Wika itu kerja keras banget, bukan artis instan. Jangan asal tuduh,” tulis seorang pengguna Instagram yang viral di kolom komentarnya.
Di balik layar, tim hukum Wika kabarnya mulai memetakan langkah. Fitnah, baginya, bukan sekadar kata-kata: itu adalah kekerasan verbal yang harus dilawan.
“Saya nggak akan tinggal diam. Ini bukan cuma soal saya, ini soal perempuan-perempuan yang kerja keras tapi terus direndahkan dengan label yang menyakitkan,” ucapnya dengan mata tajam.
Meski dihantam fitnah, Wika memilih jalur yang tak banyak dipilih, membungkam tudingan dengan karya. Ia menegaskan bahwa dirinya akan tetap melangkah, terus berkarya, dan berdiri di atas kaki sendiri—tanpa harus bergantung pada siapa pun.
“Saya bukan perempuan yang suka numpang hidup. Saya kerja dari muda. Kalau bisa sukses, ya karena saya usaha, bukan karena siapa-siapa,” katanya serius.
Lebih jauh, Wika berharap masyarakat lebih bijak dalam menyerap informasi, terutama dari media sosial yang rawan disalahgunakan. Ia mengajak publik untuk berhenti melempar label sembarangan, karena setiap kata bisa jadi peluru yang membunuh semangat orang lain. (*/tim)













