KesehatanNasional

Kemenkes Masih Tangguhkan Program PPDS FK Unsrat Akibat Kasus Bullying dan Pungli

×

Kemenkes Masih Tangguhkan Program PPDS FK Unsrat Akibat Kasus Bullying dan Pungli

Sebarkan artikel ini
KEMENKES RI kembali menghentikan sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang berafiliasi dengan RSUP Prof Dr dr R D Kandou, Manado. (foto. istimewa)

EKSPOSTIMES.COM- Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat) masih ditangguhkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Keputusan ini merupakan imbas dari kasus perundungan (bullying) dan pungutan liar (pungli) yang terungkap pada Oktober lalu di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou.

Menurut Kementerian Kesehatan, penghentian sementara ini dilakukan dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, termasuk praktik pungli yang dilakukan di luar biaya pendidikan resmi.

Kasus perundungan yang menjadi perhatian khusus melibatkan peserta PPDS senior terhadap junior mereka.

Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menegaskan bahwa pembukaan kembali program ini sepenuhnya bergantung pada langkah yang diambil FK Unsrat.

Hingga saat ini, pihak universitas belum menyerahkan daftar nama-nama pelaku perundungan yang terlibat.

“Pada prinsipnya, kami tidak menganggap seluruh program di Prodi Penyakit Dalam FK Unsrat bersalah. Namun, kami butuh nama-nama senior yang terlibat perundungan untuk kami berikan sanksi yang sesuai,” ujar Azhar saat ditemui di kantor Kemenkes, Kamis (21/11/2024).

Azhar menegaskan bahwa program akan tetap ditangguhkan hingga FK Unsrat memberikan data yang diminta.

“Saya belum menerima nama-nama tersebut hingga saat ini. Jadi, kami belum bisa membuka kembali program ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Azhar menyatakan, jika nama-nama senior yang terlibat dalam perundungan dan pungli sudah diserahkan, tentu program ini dapat segera dibuka kembali.

Langkah Kemenkes ini diambil untuk memberikan efek jera dan memastikan lingkungan pendidikan kedokteran yang lebih sehat dan bebas dari praktik yang mencederai integritas profesi medis. (*/rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d