EKSPOSTIMES.COM- Di tengah suasana rapat yang penuh keseriusan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menatap seluruh jajaran yang hadir di Aula Prona Jakarta, sebagian lainnya dari layar daring di berbagai penjuru Indonesia. Hari itu, Jumat (17/10/2025), bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis menjelang satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Pada triwulan pertama (Q3) ini bertepatan menjelang satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, tiga hari lagi. Karena itu, kita harus melihat sejauh mana progres-progres yang telah kita capai,” tegas Nusron membuka Rapat Pimpinan (Rapim) tersebut dengan nada optimis sekaligus penuh evaluasi.
Rapat yang berlangsung secara daring dan luring ini mempertemukan seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, serta para Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. Masing-masing direktorat memaparkan capaian kerja, evaluasi program strategis, hingga langkah percepatan pelaksanaan kebijakan pertanahan dan tata ruang.
Suasana rapat mengalir dengan nuansa reflektif. Satu per satu laporan dibacakan, mulai dari percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pengendalian alih fungsi lahan, hingga reformasi tata ruang berbasis digital. Di setiap paparan, Nusron menekankan pentingnya sinergi dan ketepatan arah kebijakan agar seluruh langkah Kementerian ATR/BPN selaras dengan visi besar Presiden Prabowo.
“ATR/BPN adalah garda depan dalam urusan tanah dan ruang. Artinya, kita berada di jantung pembangunan nasional. Setiap sertipikat yang diterbitkan, setiap peta yang disusun, semuanya menentukan arah pembangunan negara,” ujar Nusron dengan penekanan kuat.
Ia juga menegaskan, menjelang penutupan tahun anggaran 2025, seluruh jajaran harus memperkuat konsolidasi internal dan koordinasi lintas unit kerja. Target harus dicapai bukan hanya dalam angka, tetapi juga dalam kualitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Mohon untuk menjadi komitmen bersama. Supaya di Desember nanti, target kita semua tercapai. Terima kasih atas partisipasinya, semoga rapat ini bermanfaat,” pungkasnya.
Rapat yang turut dihadiri Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, ini juga menjadi kelanjutan dari pertemuan sehari sebelumnya, Kamis (16/10). Dalam dua hari penuh pembahasan, semangat reformasi birokrasi dan pelayanan publik kembali dipertegas ATR/BPN bukan hanya mengejar target administratif, tetapi membangun fondasi tata ruang dan pertanahan yang kuat untuk mendukung visi Indonesia Maju.
Dengan satu tahun pertama pemerintahan yang segera genap, rapat ini menjadi cermin bahwa kerja keras, konsolidasi, dan keselarasan visi adalah bahan bakar utama menuju pelayanan pertanahan kelas dunia.(tim)













