EKSPOSTIMES.COM- Menyambut bulan suci Ramadhan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemprov Sulut memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Bertempat di Masjid Nur Muhammad Simphony, Sumompo, Tuminting, Manado, kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemprov Sulut dalam mengantisipasi lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus didampingi Ketua TP-PKK Sulut Ny. Anik Wandriani, turun langsung meninjau pasar murah ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya keras menekan lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Pemerintah hadir untuk menjaga keseimbangan harga. Meskipun ada kenaikan, kita pastikan tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat,” ujar Gubernur.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai rawit. Di Surabaya, harga cabai telah menembus Rp 133 ribu per kilogram, sementara di Sulut masih bertahan di Rp 80 ribu, bahkan dalam Gerakan Pangan Murah ini, harganya ditekan hingga Rp 60 ribu per kilogram.
“Ini bukti bahwa kita bisa mengendalikan harga dengan lebih baik dibandingkan daerah lain,” tambahnya.
Tak hanya menekan harga, Pemprov Sulut juga mengajak seluruh pihak untuk turut serta menjaga stabilitas pangan. Dengan pengawasan ketat dari Polda Sulut, diharapkan distribusi bahan pokok tetap lancar dan tidak ada oknum yang bermain spekulasi harga.
“Kita akan pastikan bantuan dan subsidi yang diberikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Gubernur.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Badan Nasional, Walikota dan Wakil Walikota Manado, Kapolda Sulut beserta jajaran, serta para tamu undangan lainnya. (tim)













