EKSPOSTIMES.COM – Gelombang desakan perubahan kian membesar di Minahasa. Darwin Najoan, pegiat anti-korupsi yang dikenal vokal, kembali menyorot tajam bobroknya tata kelola birokrasi di tubuh Pemerintah Kabupaten Minahasa. Ia meminta Bupati Robby Dondokambey segera bertindak tegas dengan melakukan reformasi birokrasi menyeluruh.
Menurut Darwin, masalah yang mendera birokrasi Minahasa bukan lagi sekadar isu kecil, melainkan sudah menjadi penyakit kronis. Dugaan permainan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) disebutnya sebagai salah satu contoh nyata betapa sistem di Pemkab Minahasa telah lama dikangkangi kepentingan kelompok tertentu.
“Proyek-proyek strategis yang seharusnya bermanfaat bagi rakyat justru disinyalir jadi ajang bancakan. Dari proses tender hingga pelaksanaan, aroma kongkalikong sangat kuat. Kalau ini dibiarkan, Minahasa akan terus dirugikan,” ujar Darwin dengan nada tinggi, Jumat (5/9).
Baca Juga: Alarm Korupsi! 53 Temuan BPK Bongkar Gagalnya Sekda Minahasa, INAKOR Minta Dicopot
Tak hanya itu, Darwin juga menyoroti sederet temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berulang kali menyinggung ketidakberesan pengelolaan anggaran di sejumlah dinas. Mulai dari laporan penggunaan dana yang tidak jelas, belanja fiktif, hingga program yang tidak sesuai peruntukan.
“Semua ini bukan lagi rahasia. Laporan BPK itu bukti, bukan sekadar isu. Lalu, apa tindakan Bupati?” katanya.
Darwin menegaskan, Bupati Robby Dondokambey tidak boleh lagi sekadar bersembunyi di balik retorika. Ia menuntut langkah nyata berupa evaluasi total pejabat dinas, penegakan aturan disiplin, hingga pembersihan oknum yang terindikasi bermain-main dengan uang rakyat.
“Kalau Bupati diam, itu artinya beliau ikut melanggengkan sistem yang busuk. Jangan sampai sejarah mencatat Robby Dondokambey hanya sebagai pemimpin yang takut melawan mafia birokrasi,” serang Darwin dengan lantang.
Pernyataan keras ini sontak memantik perhatian publik. Pasalnya, isu dugaan permainan proyek dan temuan BPK memang sudah lama jadi bisik-bisik panas di masyarakat Minahasa. Namun baru kali ini desakan begitu terbuka diarahkan langsung ke meja orang nomor satu di daerah itu.
Darwin bahkan memperingatkan, tanpa reformasi, citra pemerintahan Minahasa akan semakin tercoreng.
“Rakyat sudah muak. Reformasi birokrasi bukan pilihan, tapi harga mati!” pungkasnya.
Kini bola panas ada di tangan Bupati Robby Dondokambey. Pertanyaannya, beranikah ia memutus mata rantai permainan kotor di lingkaran birokrasi Minahasa, atau memilih diam di tengah pusaran praktik busuk yang kian merusak kepercayaan rakyat?. (Christian)













