EKSPOSTIMES.COM – Harga emas kembali melejit setelah indeks dolar AS melemah dan kekhawatiran perang dagang meningkat usai penerapan tarif baru oleh Presiden AS Donald Trump.
Pada perdagangan Selasa (4/3/2025), harga emas dunia di pasar spot naik 0,82% ke US$2.917,49 per troy ons, berhasil menembus level psikologis US$2.900. Penguatan ini menjadi reli dua hari beruntun dengan total kenaikan mencapai 2,06%. Namun, pada Rabu (5/3/2025) pukul 06.23 WIB, harga emas turun tipis 0,07% ke US$2.915,59 per troy ons.
Kenaikan harga emas didorong oleh pelemahan dolar AS, yang jatuh 1,14% ke level 105,53—terendah sejak Desember. Melemahnya dolar membuat emas lebih murah bagi investor asing, meningkatkan permintaan. Selain itu, penerapan tarif baru AS terhadap Meksiko, Kanada, dan China memicu kekhawatiran ekonomi global, mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.
China dan Kanada merespons dengan tarif balasan yang semakin memperburuk ketegangan perdagangan. Investor kini menanti laporan ketenagakerjaan ADP dan penggajian nonpertanian AS untuk petunjuk kebijakan suku bunga The Fed.
Di dalam negeri, harga emas Antam juga mengalami kenaikan dua hari berturut-turut. Harga emas batangan Antam per gram naik dari Rp1.679.000 pada 3 Maret menjadi Rp1.709.000 pada 5 Maret. Harga buyback juga meningkat menjadi Rp1.558.000 per gram.
Kenaikan harga emas diperkirakan berlanjut seiring ketidakpastian global dan fluktuasi pasar keuangan. (*/Red)













