EKSPOSTIMES.COM- Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan mengintensifkan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada sejumlah proyek di Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun Anggaran 2024. Penanganan perkara saat ini masih berada pada tahap penyelidikan dengan fokus pada pengumpulan bahan dan keterangan.
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Minahasa Selatan Meidy Wense SH mengatakan, penyelidikan dilakukan menyusul laporan masyarakat yang mengindikasikan adanya dugaan kekurangan volume pekerjaan pada proyek fisik yang telah dibayarkan.
“Perkara dugaan korupsi proyek di Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun Anggaran 2024 masih dalam tahap penyelidikan. Saat ini penyidik sedang mengumpulkan bahan dan keterangan untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi perbuatan melawan hukum,” kata Kasi Pidsus kepada EksposTimes, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan, tim Pidsus menelusuri dokumen perencanaan, kontrak kerja, serta realisasi pembayaran proyek. Selain itu, penyidik juga mencocokkan kondisi fisik pekerjaan di lapangan dengan volume yang tercantum dalam dokumen kontrak.
Menurut dia, setiap laporan masyarakat menjadi dasar penting dalam penegakan hukum dan akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai prosedur. Jika dalam penyelidikan ditemukan bukti permulaan yang cukup, perkara akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“Seluruh proses dilakukan secara profesional dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Laporan dugaan kekurangan volume pekerjaan pada sejumlah proyek Dinas Kesehatan Minahasa Selatan tersebut diterima Kejari Minahasa Selatan pada Kamis (18/12/2025). Setelah dilakukan telaah awal oleh Seksi Intelijen, laporan kemudian dilimpahkan ke Bidang Tindak Pidana Khusus untuk penanganan lebih lanjut.
Pelimpahan itu menandai peningkatan penanganan perkara dari tahap klarifikasi ke tahap penyelidikan, dengan titik tekan pada dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek dan potensi kerugian keuangan negara.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Kasus ini menyita perhatian publik karena proyek yang diselidiki bersumber dari anggaran sektor kesehatan, yang menyangkut langsung kepentingan pelayanan dasar bagi masyarakat. (rizky)













