EKSPOSTIMES.COM- Jelang Pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Utara, isu netralitas aparat kepolisian kembali menjadi perhatian publik. Sebuah foto yang diduga memperlihatkan dua anggota Polres Minahasa berpose bersama calon Gubernur Nomor Urut 1, Yulius Stevanus Komaling, viral di media sosial dan menimbulkan berbagai tanggapan.
Foto tersebut pertama kali diunggah akun Gabriela Wurangian dalam grup Facebook ‘Bacirita Orang Sulut’. Dalam foto itu, dua pria yang diduga anggota polisi tampak bersama sejumlah warga, berpose di sekitar YSK yang duduk di tengah sambil mengacungkan jari telunjuk, simbol nomor urut dalam Pilkada.
Untuk menandai kedua pria yang diduga oknum kepolisian, foto diberi panah merah mengarah pada dua orang dengan ciri-ciri kaos hitam berlapis kemeja kotak-kotak dan kaos hijau.
Gabriela, dalam unggahannya, memberikan komentar kritis, mempertanyakan komitmen netralitas dan etika kedua oknum tersebut sebagai penegak hukum yang seharusnya tidak terlibat dalam politik praktis.
“Selamat Hari Minggu Kanit Buser Polres Minahasa Komandan Ronny dan Komandan Hendra M… INI PELECEHAN DEMOKRASI!” tulis Gabriela dalam keterangan fotonya, menyayangkan dugaan ketidaknetralan ini.
Tidak hanya di ‘Bacirita Orang Sulut,’ foto serupa juga diunggah oleh akun Steven Wawontana di grup ‘Pikiran Rakyat Minsel’ (PRM) di Facebook, yang menyajikan narasi berbeda namun tetap menyoroti isu yang sama.
Postingan ini langsung menarik perhatian masyarakat, dengan banyak warganet menyoroti netralitas aparat penegak hukum dalam proses demokrasi. Ratusan komentar dan reaksi memenuhi kolom komentar, memperlihatkan beragam respons dari masyarakat yang berharap agar kepolisian tetap menjaga jarak dari politik dan fokus menjalankan tugas sebagai penegak hukum yang profesional. (*/tim)













