EKSPOSTIMES.COM- Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menegaskan pentingnya peran koperasi dalam menyerap produksi susu sapi dari peternak lokal. Saat berkunjung ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (25/2/2025), ia menyoroti ketimpangan antara produksi susu dalam negeri dan impor.
“Secara nasional, produksi susu lokal baru mencapai 20 persen, sementara 80 persen masih bergantung pada impor. Koperasi harus menjadi instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan masyarakat,” ujar Budi.
Ia menekankan bahwa di daerah penghasil susu, koperasi harus berperan aktif dalam memastikan produksi peternak terserap dengan maksimal. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pemenuhan gizi anak-anak, terutama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan sejak 6 Januari 2025.
“Kami ingin susu hasil peternak lokal bisa ikut mendukung program MBG, meskipun bukan komponen wajib dalam program tersebut. Di daerah penghasil susu, distribusinya akan lebih mudah karena tak perlu repot dengan pengemasan,” tambahnya.
Salah satu contoh keberhasilan koperasi dalam menyerap susu lokal terlihat di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang. Koperasi ini telah mengadopsi metode distribusi inovatif dengan memanfaatkan dispenser sebagai wadah susu pasteurisasi yang dibagikan ke sekolah-sekolah.
“Biasanya susu dikemas dalam cup, yang menambah biaya dan menciptakan sampah plastik. Sekarang kami gunakan dispenser, sehingga lebih segar dan ramah lingkungan,” kata Presiden Direktur KAN Jabung, Eva Marliyanti.
Eva menjelaskan, di MTs dan SMK An-Nur, KAN Jabung telah mendistribusikan 3.040 liter susu per hari, dengan total kapasitas yang sudah tersalurkan lebih dari 6.000 liter. Skema ini sedang dalam tahap uji coba dan diharapkan bisa menjadi standar baru dalam distribusi susu program MBG.
Budi Arie pun berharap model ini bisa diterapkan di daerah penghasil susu lain, seperti Boyolali (Jawa Tengah) dan Pangalengan (Jawa Barat).
“Pola distribusi melalui dispenser ini patut dicontoh. Ini solusi praktis untuk daerah penghasil susu agar peternak mendapatkan pasar, sementara anak-anak bisa menikmati susu segar dengan lebih mudah,” pungkasnya. (*/Kepor)













