EKSPOSTIMES.COM – Pertandingan Der Klassiker antara Bayern Munich dan Borussia Dortmund kembali menghadirkan drama dan ketegangan yang khas saat kedua tim bermain imbang 2-2 di Allianz Arena.
Hasil ini membuat persaingan memperebutkan gelar Bundesliga tetap terbuka lebar dengan lima pertandingan tersisa musim ini. Laga yang berlangsung Minggu malam waktu setempat itu menjadi bukti betapa tingginya tensi dan kualitas persaingan dua raksasa sepak bola Jerman tersebut.
Pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah bagi Thomas Müller, yang menyamai rekor Mats Hummels dalam jumlah penampilan terbanyak di Der Klassiker, yakni 29 kali. Müller, yang telah menjadi ikon Bayern selama lebih dari satu dekade, kembali menunjukkan pengaruhnya di lapangan dengan kontribusi dalam satu assist penting.
Babak pertama berlangsung dalam tempo tinggi meski tanpa gol. Bayern tampil dominan dalam penguasaan bola, menguasai 62 persen jalannya pertandingan. Michael Olise menjadi motor serangan tuan rumah dengan beberapa pergerakan berbahaya dan umpan kreatif, tetapi lini belakang Dortmund tampil disiplin dalam meredam gempuran.
Müller sempat mendapatkan peluang emas melalui tembakan kaki kiri, namun bola masih melebar tipis dari gawang. Sementara itu, Julian Brandt dari Dortmund membalas dengan tembakan ke sisi jaring yang nyaris mengejutkan Manuel Neuer.
Setelah jeda, suasana langsung berubah drastis hanya dalam waktu tiga menit. Julian Ryerson mengirimkan umpan silang matang ke kotak penalti yang disambut sundulan tajam Maximilian Beier, membuat pendukung tuan rumah terdiam. Gol itu menjadi penyemangat bagi Dortmund, yang mencetak gol dari tembakan pertama mereka ke arah gawang.
Merespons ketertinggalan, pelatih Bayern Vincent Kompany melakukan tiga pergantian pemain penting. Raphaël Guerreiro, Aleksandar Pavlović, dan Serge Gnabry masuk ke lapangan dan memberikan dampak instan.
Guerreiro, yang menghadapi mantan klubnya, menyamakan kedudukan pada menit ke-65 lewat tendangan terarah dari dalam kotak penalti setelah kerja sama cantik dari Gnabry dan assist akurat dari Müller.
Empat menit berselang, Gnabry membalikkan keadaan. Pemain timnas Jerman itu melakukan solo run spektakuler dari sisi kiri sebelum menyelesaikannya dengan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Gregor Kobel. Allianz Arena bergemuruh saat skor berubah menjadi 2-1 untuk Bayern.
Baca Juga: Vincent Kompany Hadir di San Siro, Bahas Transfer dan Persiapan untuk Liga Champions
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Pada menit ke-75, Dortmund kembali menyamakan skor. Serhou Guirassy melepaskan tembakan yang ditepis Neuer, namun bola liar langsung disambar Waldemar Anton yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Skor kembali imbang 2-2, dan suasana pertandingan semakin menegangkan.
Sisa waktu pertandingan diisi dengan serangan silih berganti dari kedua tim. Harry Kane nyaris mencetak gol kemenangan untuk Bayern lewat tandukan jarak dekat, sementara Chukwuemeka membalas dengan peluang berbahaya di sisi lain lapangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah.
Dengan hasil imbang ini, Bayern dan Dortmund masih tetap bersaing ketat di papan atas klasemen Bundesliga. Bayern memang unggul dalam sejumlah statistik pertandingan termasuk tembakan (26 berbanding 11) dan dominasi bola namun Dortmund menunjukkan efektivitas serangan balik yang patut diapresiasi.
Der Klassiker kali ini tak hanya menghadirkan empat gol dan banyak peluang, tetapi juga menegaskan bahwa perebutan gelar Bundesliga musim ini belum selesai.
Dengan lima pertandingan tersisa, segala kemungkinan masih terbuka, dan persaingan menuju tangga juara dipastikan akan berlangsung sengit hingga akhir musim. (*/Riz)













