EKSPOSTIMES.COM- yang mencekam dan penuh tensi menyelimuti TQL Stadium, Kamis (26/6/2025), ketika Borussia Dortmund dan Ulsan Hyundai bentrok dalam laga hidup-mati terakhir Grup F Piala Dunia Antarklub 2025. Satu gol penuh drama dari Daniel Svensson menjadi pemisah antara euforia dan kepiluan, antara langkah ke babak 16 besar dan kepulangan tanpa kejayaan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Dortmund tampil beringas, menggedor pertahanan Ulsan tanpa ampun. Baru dua menit berjalan, Serhou Guirassy hampir membuat suporter Korea Selatan menahan napas ketika tendangannya nyaris bersarang. Tapi si kulit bundar masih menyamping, seperti pertanda bahwa pertarungan ini belum akan mudah.
Baca Juga:Piala Dunia Antarklub 2025: Main dengan 10 Orang, Real Madrid Bungkam Pachuca 3-1
Dortmund terus menggempur. Menit ke-19, Guirassy kembali meneror dengan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun tembok bernama Jo Hyeon-woo, kiper Ulsan, masih terlalu kokoh untuk diruntuhkan.
Tekanan demi tekanan datang silih berganti. Karim Adeyemi, bak petir di sisi sayap, melepaskan tembakan jarak dekat di menit ke-22, memanfaatkan umpan manis Svensson. Tapi lagi-lagi, Jo Hyeon-woo tampil bak penjaga gerbang neraka yang tak kenal takut.
Dan akhirnya, di menit ke-36, ledakan emosi mewarnai TQL Stadium. Bermula dari kerja sama brilian dengan Jobe Bellingham, Daniel Svensson menyambut bola dengan tendangan kaki kiri keras dari dalam kotak penalti. Bola menghunjam deras, tak terbendung! Gawang Ulsan bergoyang, dan Dortmund pun mengguncang langit Cincinnati. 1-0!
Ulsan bukan tanpa perlawanan. Memasuki babak kedua, tim asal Korea itu menunjukkan taringnya. Menit ke-48, Kang Sang-woo mendapat peluang emas. Namun Gregory Kobel, yang sepanjang pertandingan nyaris tak tersentuh, menunjukkan kelasnya dengan penyelamatan krusial.
Tensi terus meningkat. Lee Jin-Hyun dan Ko Seung-Beom mencoba peruntungan, menembus pertahanan Dortmund dengan sepakan jarak jauh dan kombinasi cepat. Tapi pertahanan Die Borussen seolah terkunci rapat.
Menjelang akhir laga, Dortmund tak mengendurkan serangan. Guirassy dan Bellingham kembali menguji ketangguhan Jo Hyeon-woo, tapi gol tambahan tak kunjung tiba.
Baca Juga; Inter Miami Tampil Perkasa, Bungkam Kansas City dan Lolos ke Babak 16 Besar
Peluit panjang akhirnya ditiup, dan teriakan kegembiraan meledak dari kubu Dortmund. Mereka lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup F dengan tujuh poin dari tiga laga. Sementara itu, Ulsan Hyundai harus menelan pil pahit, tersingkir tanpa meraih satu pun poin perjalanan pahit yang akan dikenang.
Satu gol, satu langkah menuju kejayaan. Bagi Dortmund, ini bukan sekadar kemenangan, tapi pernyataan: mereka datang ke panggung dunia untuk menaklukkan, bukan sekadar tampil. (*/tim)













