EKSPOSTIMES.COM- Crystal Palace meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Fulham dalam laga Liga Primer di Craven Cottage, dengan mantan bek mereka, Joachim Andersen, secara tragis mencetak gol bunuh diri yang membuka jalan bagi kemenangan tim tamu.
Andersen, yang hijrah dari Palace ke Fulham musim panas lalu dengan banderol £30 juta, justru menjadi sosok yang membawa mantan timnya unggul di babak pertama. Gol kedua Palace lahir di menit ke-66 melalui aksi brilian Daniel Muñoz, memastikan tiga poin bagi pasukan Oliver Glasner.
Palace kini mencatatkan empat kemenangan dalam enam laga terakhir mereka dan tetap bertahan di posisi ke-13 klasemen sementara.
Duel derby London ini diawali dengan tempo lambat, tanpa ada peluang berarti dalam 20 menit pertama. Namun, atmosfer berubah saat Sander Berge menjatuhkan Ismaïla Sarr dengan tekel keras, yang berbuah kartu kuning dan memanaskan tensi pertandingan.
Fulham sempat mengajukan protes besar atas dugaan pelanggaran di tengah lapangan, tetapi wasit bergeming. Momen itu dimanfaatkan Palace dengan cepat. Eberechi Eze memimpin serangan, memaksa Bernd Leno melakukan dua penyelamatan krusial dalam waktu singkat, termasuk menepis tendangan bebasnya pada menit ke-33.
Tekanan yang terus dilancarkan Palace akhirnya berbuah hasil. Dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Will Hughes, Maxence Lacroix gagal menyundul bola, yang justru membentur Andersen di kotak enam yard dan meluncur ke gawang Fulham tanpa bisa dihalau Leno.
Palace melanjutkan agresivitas mereka setelah jeda. Mereka sempat mencetak gol tambahan lewat Jean-Philippe Mateta yang menerima umpan backheel cerdik dari Eze. Namun, gol tersebut dianulir karena offside.
Meski begitu, Palace tetap tampil dominan dan akhirnya memastikan kemenangan mereka dengan serangan balik tajam. Muñoz menunjukkan ketenangan luar biasa di depan gawang, mengelabui bek lawan dengan tendangan kaki kiri sebelum bergerak ke kanan dan melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang, menggandakan keunggulan Palace.
Sebaliknya, Fulham tampil di bawah standar mereka. Tim asuhan Marco Silva tampak kehilangan kreativitas dan agresi, bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Keputusan Silva memasukkan Willian yang berusia 36 tahun sebagai upaya terakhir untuk mengubah jalannya laga pun tidak membuahkan hasil.
Dengan kemenangan ini, Palace semakin percaya diri, sementara Fulham harus segera menemukan solusi untuk mengembalikan performa terbaik mereka di sisa musim. (*Red)













