Renungan

Renungan: Jalan Tuhan yang Tak Terselami Tapi Sempurna, Kejadian 37:12-36

×

Renungan: Jalan Tuhan yang Tak Terselami Tapi Sempurna, Kejadian 37:12-36

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya, menggambarkan rencana Tuhan yang tersembunyi namun sempurna.
Peristiwa dalam Kejadian 37:12-36 yang menunjukkan jalan Tuhan tak selalu dapat dimengerti, namun membawa kepada maksud yang lebih besar.

EKSPOSTIMES.COM – Kisah Yusuf adalah salah satu kisah paling menggugah dalam Alkitab, terutama ketika kita memikirkan bagaimana sebuah tindakan kebencian justru menjadi pintu awal dari rencana besar Tuhan.

Yusuf, seorang anak yang dikasihi ayahnya, mengalami perlakuan buruk dari saudara-saudaranya sendiri. Kebencian yang mereka pelihara, mungkin karena rasa iri atau cemburu, membuat mereka tega merencanakan pembunuhan.Namun dalam kegelapan rencana manusia, terang pemeliharaan Tuhan tetap bersinar.

Ketika Yusuf datang hanya untuk menyampaikan kabar kepada ayah mereka, niat baik itu justru dibalas dengan niat jahat. Mereka ingin membunuhnya.

Baca Juga: Renungan: DIINGAT OLEH YESUS, Lukas 23:32-34, 39-43

Namun, Tuhan tidak tinggal diam. Melalui Ruben dan Yehuda, rencana pembunuhan itu berubah menjadi penjualan. Sekilas, ini tetap merupakan tindakan jahat. Tapi di balik itu, tangan Tuhan sedang bekerja.

Dari tindakan tersebut, Yusuf akhirnya dibawa ke Mesir. Kita tahu akhir kisah ini: Yusuf menjadi pemimpin besar di negeri asing, menjadi penyelamat bukan hanya bagi bangsa Mesir, tetapi juga bagi keluarganya sendiri yang dahulu membuangnya.

Semua ini terjadi karena campur tangan Tuhan yang terus menyertai hidup Yusuf, bahkan sejak ia dilemparkan ke dalam sumur.

Rencana Tuhan tidak selalu sejalan dengan logika manusia. Ketika Yusuf dijual, ia tidak tahu bahwa itu adalah langkah awal menuju rencana Tuhan yang lebih besar.

Baca Juga: Renungan: Rencana Allah dalam Kesulitan Hidup, Kejadian 37:1-11

Mungkin dalam sumur itu, Yusuf merasa hancur. Ia bisa saja merasa ditinggalkan, dikhianati, dan tidak dicintai. Namun, ia tetap bertahan, tetap percaya. Inilah yang membedakan Yusuf—dia tidak menyerah pada keadaannya.

Pemeliharaan Tuhan tidak selalu berarti kita bebas dari penderitaan. Justru sering kali, pemeliharaan Tuhan hadir di tengah penderitaan.

Yusuf dipenjara, difitnah, dilupakan, namun ia tidak pernah benar-benar sendirian. Tuhan menyertainya, membentuk karakternya, mempersiapkannya untuk tanggung jawab yang lebih besar.

Baca Juga: Renungan: Kemarahan yang Tidak Terkendalikan Menjadi Jalan Menuju Kehancuran, Kejadian 34:1-31

Dalam hidup ini, kita pun sering mengalami hal yang tidak kita mengerti. Kita berdoa, berharap sesuatu terjadi, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Kita mungkin merasa Tuhan tidak peduli. Tapi kisah Yusuf mengajarkan bahwa Tuhan sedang bekerja, meski tidak selalu terlihat. Kita hanya melihat potongan kecil dari gambar besar yang Tuhan rancang.

Dalam Kejadian pasal 39 sampai 41, Yusuf menunjukkan bahwa ia tetap setia dalam segala situasi—baik ketika menjadi budak, narapidana, maupun ketika ia diangkat menjadi orang kepercayaan Firaun. Yusuf tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia memelihara hati yang benar di hadapan Tuhan.

Kita diajak untuk meneladani Yusuf. Tetap berjalan di jalan Tuhan, meskipun jalan itu tidak selalu mudah. Tetap percaya, meskipun doa-doa kita belum dijawab seperti yang kita harapkan. Tetap bersandar, meskipun hidup terasa tidak adil.

Baca Juga: Renungan:  Ketika Dendam Luruh oleh Kasih, Kejadian 33:1–20

Percayalah, seperti Yusuf, kita pun berada dalam rencana Tuhan yang sempurna. Jalan-Nya mungkin tak terselami, tetapi hasil akhirnya pasti mendatangkan kebaikan. Biarlah kita terus mengandalkan Tuhan, tetap berharap kepada-Nya, dan hidup setia dalam panggilan-Nya.

Karena Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Kiranya renungan ini meneguhkan iman kita dan mendorong kita untuk tetap setia, bahkan di tengah situasi yang paling gelap sekalipun. (*/Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d