Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo: Perbaiki Komunikasi Publik, Jangan Biarkan Hoaks Menyesatkan Rakyat!

×

Presiden Prabowo: Perbaiki Komunikasi Publik, Jangan Biarkan Hoaks Menyesatkan Rakyat!

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya perbaikan komunikasi publik agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terpengaruh hoaks.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono

EKSPOSTIMES.COM- Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya perbaikan komunikasi publik di seluruh kementerian dan lembaga negara. Ia meminta agar setiap informasi yang disampaikan ke masyarakat lebih akurat, transparan, dan tidak mudah dipelintir oleh opini menyesatkan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (tanggal tertentu).

Baca Juga: Minyakita Dicurangi, Wamentan Sudaryono: Tak Ada Ampun bagi Pelaku Nakal

“Banyak dinamika komunikasi yang perlu diperbaiki. Presiden menekankan agar capaian pemerintah disampaikan dengan lebih efektif, berdasarkan fakta, agar tidak terjadi misinformasi di masyarakat,” ujar Sudaryono.

Sudaryono menyoroti berbagai keberhasilan sektor pertanian, termasuk swasembada pangan yang terus dikejar. Ia menegaskan bahwa harga gabah saat ini baik, petani semakin sejahtera, sementara beberapa negara lain seperti Filipina, Malaysia, dan Jepang justru mengalami krisis beras.

“Meski menghadapi fenomena El Nino dan La Nina, stok pangan kita tetap aman. Ini pencapaian yang harus disampaikan dengan benar kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Wamentan Gandeng TNI Kawal Harga Gabah, Pastikan Petani Tak Merugi

Menurutnya, pemerintah tidak alergi terhadap kritik. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah juga berhak menyampaikan fakta yang sebenarnya agar masyarakat tidak termakan isu yang menyesatkan.

Salah satu contoh keberhasilan yang disebutkan Sudaryono adalah kelancaran distribusi pupuk di berbagai daerah.

“Saya baru dari Kulon Progo, Bantul, Palembang, hingga Sumatera Utara. Petani di bawah itu senang. Memang ada kendala di sana-sini, tapi kita terus perbaiki. Yang penting, informasi yang beredar harus benar, tidak dipotong-potong hingga menyesatkan,” tegasnya.

Sudaryono juga menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati kebebasan pers. Namun, ia mengingatkan bahwa informasi yang disampaikan media harus berimbang dan berdasarkan fakta.

Baca Juga: Mentan Tegaskan Harga Beras dan Minyak Goreng Tak Boleh Naik, Stok Melimpah

Di luar sektor pertanian, pemerintah juga menunjukkan keberpihakan kepada rakyat melalui berbagai kebijakan proaktif. Salah satunya adalah pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah.

“Ojol sudah bertahun-tahun ada, tapi baru kali ini pemerintah memfasilitasi BHR untuk mereka. Ini bentuk kepedulian yang harus diapresiasi,” katanya.

Selain itu, sektor pertanian juga terus mengalami modernisasi. Mekanisasi alat dan mesin pertanian semakin ditingkatkan untuk mendukung produktivitas petani.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Mentan Pastikan Stok Pangan Aman, Produksi Naik 52 Persen

Sudaryono menyoroti bagaimana informasi yang beredar di media sosial sering kali terpotong-potong dan viral dengan narasi yang menyesatkan.

“Di era digital ini, informasi bisa dengan mudah dipelintir. Karena itu, pemerintah harus aktif meluruskan agar masyarakat memahami kebijakan dengan benar,” pungkasnya.

Dengan strategi komunikasi yang lebih baik, pemerintah berharap masyarakat dapat menerima informasi yang jernih, berbasis fakta, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak berdasar. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d