EKSPOSTIMES.COM- Di balik gelombang penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh para pelajar di Kota Jayapura, Papua, ternyata ada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolres Jayapura Kota, Kombes Victor Mackbon.
Menurutnya, pihaknya telah menerima informasi terkait rencana aksi protes para siswa menolak program MBG. Namun, saat pihak kepolisian berusaha membangun komunikasi dengan koordinator aksi, mereka kurang merespons dengan baik.
“Kita sudah membangun komunikasi dengan koordinatornya, namun mereka kurang merespon dengan baik, tetapi kita tetap lakukan pengamanan di lapangan,” ujar Victor Mackbon.
Meski begitu, Victor menegaskan bahwa pihaknya akan tetap memfasilitasi penyampaian aspirasi, namun tetap dalam koridor aturan yang berlaku. Ia berharap, para pelajar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu.
“Kita berharap para siswa atau pelajar di Kota Jayapura ini tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Victor Mackbon menyebut ada dugaan kuat bahwa aksi penolakan ini ditunggangi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Ia menilai ada upaya provokasi dari kelompok yang tidak sependapat dengan program MBG dengan cara memobilisasi para pelajar.
“Kami pihak keamanan akan tetap berlaku tegas dengan kelompok-kelompok ini yang tentunya mengarah kepada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Pihak kepolisian sendiri telah memantau aktor-aktor di balik aksi tersebut, termasuk siapa dalangnya. Victor berharap, sekolah-sekolah dapat berperan aktif dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi terkait program MBG kepada para pelajar, agar mereka tidak mudah dihasut.
“Sekolah-sekolah harus lakukan sosialisasi terkait program MBG ini, agar anak-anak itu bisa paham apa maksud dan tujuannya, sehingga mereka tidak mudah dihasut oleh kelompok-kelompok yang tidak sependapat tersebut,” pungkas Victor Mackbon. (Red)













