EKSPOSTIMES.COM- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pentingnya peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebagai penopang utama ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Dalam konferensi pers awal tahun yang berlangsung di Jakarta, Senin (6/1/2025), ia menjelaskan bagaimana APBN dirancang untuk menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan domestik.
“APBN 2024 menjadi perisai yang melindungi masyarakat dari gejolak global, sembari menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” ujar Sri Mulyani.
Meskipun diwarnai gejolak global seperti El Nino dan ketegangan geopolitik, Sri Mulyani menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap tangguh, dengan pertumbuhan stabil, inflasi terkendali, surplus neraca perdagangan, serta kebijakan suku bunga dan nilai tukar yang moderat.
Dalam menjalankan APBN, pemerintah fokus pada mitigasi risiko untuk masyarakat, terutama setelah pengalaman dari pandemi Covid-19 dan ketidakpastian global sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid, dengan tingkat pengangguran yang menurun, penciptaan lapangan kerja baru, dan penurunan tingkat kemiskinan, mencerminkan keberhasilan kebijakan inklusif yang diterapkan.
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa APBN 2024 difungsikan sebagai pelindung dari dampak gejolak global, dengan defisit yang terkendali, pertumbuhan penerimaan pajak yang positif, dan belanja negara yang berkonsentrasi pada perlindungan sosial.
Dalam pelaksanaan APBN 2024, terlihat pendapatan negara yang melampaui target, serta belanja negara yang terfokus pada perlindungan sosial. Sri Mulyani menekankan bahwa APBN 2024 tetap menjadi instrumen yang andal dan kredibel dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Dengan fondasi yang kuat ini, pemerintah yakin dapat menjalankan APBN 2025 dengan baik, meskipun harus tetap memperhatikan dinamika global yang dapat memengaruhi perekonomian Indonesia. (rizky)













