Nasional

Awas, Insentif Rp 6 Juta SPPG Bisa Disetop Jika Tak Penuhi SOP

×

Awas, Insentif Rp 6 Juta SPPG Bisa Disetop Jika Tak Penuhi SOP

Sebarkan artikel ini
AKTIVITAS dapur SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis dengan standar sanitasi ketat dari Badan Gizi Nasional. (foto. istimewa)

EKSPOSTIMES.COM- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan insentif sebesar Rp 6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan langsung dihentikan jika fasilitas tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada prinsip “no service, no pay” atau tidak ada layanan, tidak ada pembayaran.

“Insentif Rp 6 juta per hari dapat langsung dihentikan apabila fasilitas tidak memenuhi standar operasional atau dinyatakan tidak siap digunakan,” kata Rufriyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, hak mitra atas insentif akan gugur seketika jika fasilitas SPPG masuk kategori gagal beroperasi atau tidak tersedia, dengan berbagai penyebab operasional.

BGN menerapkan mekanisme ini sebagai instrumen disiplin untuk memaksa kepatuhan mitra dalam menjaga mutu layanan. Pengawasan dilakukan ketat, terutama pada aspek sanitasi dan keamanan pangan.

Sejumlah indikator pelanggaran disebutkan, antara lain kontaminasi bakteri E. coli pada filter air, sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang bermasalah hingga mencemari lingkungan, kerusakan mesin pendingin yang menyebabkan bahan pangan rusak, hingga kegagalan memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan.

“Jika standar kesiapan operasional tidak terpenuhi, maka pada hari yang sama insentif langsung dihentikan,” ujar Rufriyanto.

Menurut dia, seluruh risiko operasional berada pada mitra, sehingga mereka dituntut menjaga kualitas fasilitas setiap hari. Kebijakan ini diharapkan memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga.

BGN juga menilai skema ini sebagai bagian dari perbaikan tata kelola publik yang masih terus disempurnakan. Meski diakui membutuhkan penyesuaian, program MBG melalui kemitraan SPPG dinilai memiliki nilai strategis jangka panjang.

Program tersebut, kata Rufriyanto, diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi investasi bagi masa depan generasi mendatang. (dtc/christian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d