EKSPOSTIMES.COM – Di tengah semilir angin sore yang menyejukkan Pendopo Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara, tampak raut wajah haru dari puluhan warga yang datang anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, mereka bukan sekadar penerima bantuan, tetapi penerima kasih dari negara.
Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si, didampingi Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat br. Purba dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara, menyerahkan secara simbolis Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 57 penerima manfaat di wilayahnya.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (21/10/2025) ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan Kementerian Sosial RI melalui UPT Sentra “Insyaf” Medan. Bantuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa negara hadir bagi kelompok rentan, mereka yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian.
Dalam kegiatan itu hadir pula perwakilan UPT Sentra Insyaf Medan, yakni Rosdiana Simarmata (Klaster Anak), Gelora Purba (Klaster Lansia), dan Florensia Hia (Klaster Penyandang Disabilitas), bersama beberapa camat dari wilayah penerima manfaat.
Sebanyak 44 lansia produktif dan 13 anak berhadapan dengan hukum (ABH) menerima bantuan dalam berbagai bentuk: paket sembako, kursi roda, bantuan usaha tenun, bibit jagung dan pupuk, modal usaha warung kelontong, hingga dukungan usaha kantin sekolah. Setiap bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi penerima agar benar-benar memberi manfaat nyata.
Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada Kementerian Sosial atas perhatian yang terus mengalir untuk masyarakat Taput.
“Bantuan ATENSI bukan hanya soal materi, tapi wujud kasih negara kepada warganya. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen mendukung program-program sosial yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemandirian masyarakat,” ujar Bupati dengan nada tulus.
Sementara itu, perwakilan UPT Sentra Insyaf Medan menjelaskan bahwa program ATENSI mencakup beberapa klaster pelayanan mulai dari dukungan kebutuhan dasar anak rentan, alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas, hingga bantuan perawatan dan sosial bagi lansia yang masih produktif.
Salah satu penerima manfaat, Mangara Sitompul, tak kuasa menahan haru.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Kementerian Sosial. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendirian,” tuturnya sambil menitikkan air mata.
Penyaluran bantuan ini menjadi simbol nyata dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kesejahteraan sosial yang inklusif. Di balik angka dan data, terdapat kisah kemanusiaan yang hidup tentang perhatian, empati, dan harapan baru bagi rakyat kecil di Tapanuli Utara. (Lian)













