Peristiwa

Pemimpin yang Menyapa, Bukan Mengancam, Gestur Sederhana Wagub Aceh yang Menyentuh Hati Rakyat

×

Pemimpin yang Menyapa, Bukan Mengancam, Gestur Sederhana Wagub Aceh yang Menyentuh Hati Rakyat

Sebarkan artikel ini
Gestur Humanis Wagub Aceh Fadhlullah

EKSPOSTIMES.COM- Di tengah hiruk pikuk perdebatan tentang kebijakan pelat kendaraan luar daerah, sosok Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau akrab disapa Dek Fadh, tiba-tiba menjadi sorotan publik. Bukan karena peraturan baru, bukan pula karena ancaman sanksi melainkan karena satu gestur kecil yang menggugah nurani banyak orang: memberi uang makan kepada sopir truk di tengah perjalanan.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Gunung Geurutee, Aceh Jaya, beberapa hari lalu. Dalam suasana santai di tepi jalan yang dikelilingi panorama pegunungan dan deru mesin truk, Dek Fadh menghampiri sejumlah sopir berpelat luar BA dan BK. Alih-alih memarahi atau menegur, ia justru membuka percakapan ringan, menanyakan kabar, dan di akhir dialog singkat itu, menyodorkan uang ratusan ribu rupiah kepada para sopir sebagai “uang makan”.

Sebuah adegan sederhana, namun bergetar hangat di hati rakyat.
Di media sosial, video momen itu viral. Warganet menyanjung sikap humanis sang Wagub, yang dinilai mencerminkan kepribadian pemimpin sejati, pemimpin yang turun ke jalan, bukan hanya berpidato dari balik meja.

Kontras dengan itu, di provinsi tetangga, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution justru mengeluarkan edaran bernada keras: kendaraan berpelat luar wajib segera dimutasi ke pelat BK, lengkap dengan ancaman penertiban. Bagi sebagian masyarakat, terutama di kawasan perbatasan, kebijakan itu dianggap tergesa dan menimbulkan kegelisahan.

Baca Juga: Bang Radja Kagumi Sikap Terbuka Wagub Aceh, Cerminkan Akhlak Sejati dan Citra Asli Masyarakat Aceh

Perbedaan dua gaya kepemimpinan inilah yang menarik perhatian tokoh masyarakat Lhokseumawe–Aceh Utara, Ali Quba.
Menurutnya, Dek Fadh menunjukkan wajah kepemimpinan Aceh yang berakar pada budaya santun dan kearifan lokal.

“Wagub Aceh menunjukkan akhlak pemimpin sejati, tidak berjarak dengan rakyat kecil. Ia menegur dengan senyum, bukan ancaman. Ini jauh lebih berkesan daripada gaya instruktif yang kaku,” ujar Ali Quba kepada EKSPOSTIMES.COM, Minggu (5/10/2025).

Ia menilai, langkah Dek Fadh bukan sekadar aksi spontan, melainkan refleksi kepemimpinan yang lahir dari empati. Di tengah masyarakat yang makin jenuh dengan kebijakan bernada represif, sentuhan kemanusiaan seperti ini menjadi oase yang menenangkan.

“Pemimpin sejati bukan yang ditakuti, tapi yang dirindukan,” tambahnya.

Bagi rakyat kecil, terutama para sopir yang menghabiskan hari-hari di jalanan panjang, perhatian sekecil apa pun berarti besar. Dalam momen itu, Dek Fadh tidak hanya memberi uang makan, ia mengembalikan kehangatan antara pemimpin dan rakyat, sesuatu yang kini makin langka di panggung politik. (Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d