Hukum & Kriminal

Janji Rp100 Juta Tersingkap: Dua Prajurit TNI Terseret Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank

×

Janji Rp100 Juta Tersingkap: Dua Prajurit TNI Terseret Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank

Sebarkan artikel ini
Pomdam Jaya ungkap keterlibatan dua prajurit TNI AD dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank usai dijanjikan uang Rp100 juta.

EKSPOSTIMES.COM– Misteri di balik penculikan dan pembunuhan M Ilham Pradipta (MIP), Kepala Kantor Cabang Pembantu salah satu bank di Jakarta, mulai terungkap. Pomdam Jaya mengungkap fakta mengejutkan: dua prajurit TNI AD diduga ikut dalam aksi keji itu setelah dijanjikan uang Rp100 juta.

Danpomdam Jaya Kolonel CPM Donny Agus menegaskan, temuan tersebut diperoleh dari pemeriksaan intensif terhadap Kopral Dua (Kopda) FH dan Sersan Kepala (Serka) N yang kini ditahan di Rutan Pomdam Jaya.

“Uang yang dijanjikan kepada Kopda FH dan Serka N untuk melakukan perbuatan itu berdasarkan keterangan saksi bernilai Rp100 juta,” ungkap Donny dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9).

Keterlibatan dua prajurit itu bermula ketika JP, salah satu otak penculikan, mendatangi rumah Serka N pada Minggu (17/8). Dalam pertemuan itu, JP menawarkan pekerjaan untuk menjemput paksa seseorang agar dihadapkan pada bosnya, Dwi Hartono alias DH, yang dikenal sebagai “crazy rich” Jambi pemilik bisnis bimbel daring.

Baca Juga: Misteri Kematian Kepala KCP Bank Pemerintah: Oknum Prajurit TNI Berinisial FH Terseret Kasus

Keesokan harinya, Serka N menghubungi Kopda FH agar ikut dalam rencana penculikan.

“Saudara JP menjelaskan kepada Kopda FH tentang pekerjaan yang akan dilakukan dan pekerjaan itu ada imbalannya,” jelas Donny.

Kopda FH kemudian menyatakan menerima tawaran tersebut dan mulai membentuk tim penjemputan paksa.

Awalnya, Kopda FH meminta uang operasional Rp5 juta kepada Serka N. Selanjutnya JP menyerahkan Rp95 juta tunai kepada Serka N, yang kemudian diteruskan kepada Kopda FH. Dengan uang itu, Kopda FH merekrut lima orang sipil untuk melaksanakan penculikan.

Aksi penculikan berlangsung Rabu (20/8) di parkiran Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur. MIP digiring paksa ke mobil sebelum dialihkan ke mobil Toyota Fortuner yang dikendarai Serka N bersama JP. Di dalam mobil itulah korban mulai mengalami penganiayaan.

Tragisnya, Ilham ditemukan tak bernyawa di area persawahan Serang Baru, Bekasi, Kamis (21/8) pagi. Kasus ini menambah panjang daftar kejahatan yang melibatkan aktor-aktor berlatar belakang militer dan sipil.

Hingga kini, polisi telah menetapkan 15 tersangka, termasuk Dwi Hartono sebagai aktor intelektual, serta dua prajurit TNI AD – Serka N dan Kopda FH. Motif utama terkuak: para pelaku berencana memindahkan dana dari rekening dormant (rekening tak aktif) ke rekening penampungan yang sudah disiapkan.

“Motif para pelaku melakukan perbuatannya yaitu memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan yang telah dipersiapkan,” ujar Wira, pejabat kepolisian yang menangani perkara ini.

Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran memperlihatkan bagaimana praktik kejahatan keuangan ekstrem dapat berujung pada kekerasan brutal bahkan melibatkan oknum militer yang seharusnya menjaga keamanan negara. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d