Hukum & Kriminal

Ikatan Keluarga Terkoyak, Pertikaian di Pelabuhan Pomako Tumpah Darah

×

Ikatan Keluarga Terkoyak, Pertikaian di Pelabuhan Pomako Tumpah Darah

Sebarkan artikel ini
Suasana mencekam di Pelabuhan Pomako pasca pertikaian keluarga yang berujung tumpah darah.
Keributan keluarga di Pelabuhan Pomako pecah hingga menimbulkan korban luka, mengoyak ikatan persaudaraan.

EKSPOSTIMES.COM – Suasana tenang dini hari di kawasan Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika, mendadak berubah mencekam. Seorang pria berinisial AT harus dilarikan ke RSUD Mimika setelah mengalami luka tikam serius di bagian rusuk kanan dalam insiden penikaman yang terjadi pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 05.50 WIT.

Peristiwa memilukan ini berawal di sebuah kios panjang dekat pintu masuk dermaga. Malam itu, korban bersama pelaku berinisial N dan beberapa orang lainnya menenggak minuman keras lokal jenis sopi.

Dalam suasana mabuk, candaan berubah menjadi cekcok. Meski sempat dilerai, ketegangan tak mereda. Saat korban mencoba meninggalkan tempat, pelaku justru mengejarnya dan melayangkan tikaman yang nyaris merenggut nyawa.

Baca Juga: Tawuran dan Penikaman Membara di Manado, Polda Sulut Turunkan Tim Pantera Presisi, DPRD: Pemkot Jangan Jadi Penonton

Korban yang bersimbah darah sempat dibawa rekannya, Andre Bawer, ke Mapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako untuk meminta pertolongan. Tak menunggu lama, aparat kepolisian langsung mengevakuasi korban menggunakan mobil patroli menuju RSUD Mimika. Hingga berita ini diturunkan, AT masih menjalani perawatan intensif.

Kisah tragis ini kian menyesakkan hati karena ternyata pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal serumah di Jalan Poros Pomako. Ikatan kekeluargaan yang seharusnya menjadi perekat justru ternoda oleh pengaruh minuman keras yang merusak kendali diri.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, S.E., dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa identitas pelaku sudah diketahui dan kini dalam pengejaran aparat. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian. “Kami juga meningkatkan pengawasan di sekitar kios-kios yang diduga menjual minuman keras ilegal, untuk mencegah peristiwa serupa terulang,” ujarnya.

Tak berhenti di sana, aparat kepolisian juga terus melakukan pemantauan terhadap keluarga korban dan pelaku. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya konflik lanjutan, mengingat hubungan kekerabatan yang bisa memicu dendam berkepanjangan.

Insiden berdarah ini kembali menyoroti dampak buruk konsumsi minuman keras di wilayah Mimika, terutama di kawasan pelabuhan yang kerap menjadi titik rawan. Dari sebuah pesta miras yang dimaksudkan untuk bersenang-senang, tragedi justru tercipta, meninggalkan luka fisik sekaligus batin bagi keluarga besar korban.

Kini, masyarakat setempat hanya bisa berharap agar aparat segera menangkap pelaku dan menindak tegas peredaran minuman keras yang merajalela di Pomako. Sebab, jika dibiarkan, bukan tidak mungkin tragedi serupa kembali menodai kedamaian Timika. (tri/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *