EKSPOSTIMES.COM- Di tengah tantangan distribusi logistik dan geografi ekstrem Kabupaten Kepulauan Talaud yang berbatasan langsung dengan Filipina, Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan, SE, melakukan langkah strategis dengan meninjau langsung stok beras di Gudang Bulog Kiama, Kamis (17/7/2025).
Kunjungan itu bukan sekadar seremonial. Didampingi sejumlah pejabat kunci, mulai dari Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Daud Malensang, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Dirman Gumolung, Kadis Perhubungan Leida Dachlan, Kadis Perindag Pitje Maabuat, hingga Kabag Ekonomi Natalianus Essing.
Wabup Anisya turun langsung menelisik tiap sudut gudang, memastikan setiap karung beras benar-benar tersedia dan siap disalurkan.
Tak hanya di Gudang Kiama, peninjauan juga dilakukan di Gudang Bulog Lirung dan Beo, tiga simpul logistik penting yang menjadi andalan dalam distribusi bahan pokok ke pelosok Talaud.
“Kami ingin memastikan stok beras cukup dan siap didistribusikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegas Anisya dengan sorot mata penuh determinasi.
Peninjauan ini merupakan bagian dari penguatan program bantuan pangan beras tahun 2025, program vital yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terisolasi dan rawan pangan.
Lebih dari sekadar memeriksa ketersediaan logistik, langkah ini menjadi simbol kehadiran negara di wilayah terdepan. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud berkomitmen memastikan tak satu pun warga terluar yang terabaikan.
Dengan penuh perhatian, Wabup Anisya menegaskan bahwa kesiapan distribusi harus ditopang koordinasi lintas sektor.
Baca Juga: Babinsa Kodim Talaud Sigap Bantu Warga Terdampak Cuaca Ekstrim
“Ini bukan hanya tentang stok, tetapi juga tentang kecepatan dan ketepatan distribusi. Jangan sampai satu pun keluarga di Talaud merasakan kelaparan,” ujarnya.
Pemerintah daerah terus bergerak cepat dan sigap, memastikan ketahanan pangan bukan hanya jargon, tapi nyata dirasakan di meja makan setiap rumah tangga Talaud. (*/Ivent)







