Peristiwa

LAKRI Minahasa Gedor Kesadaran Warga Desa Atep Oki, Bangkit Kawal Pembangunan Desa yang Bersih dan Transparan!

×

LAKRI Minahasa Gedor Kesadaran Warga Desa Atep Oki, Bangkit Kawal Pembangunan Desa yang Bersih dan Transparan!

Sebarkan artikel ini
Suasana sosialisasi LAKRI Minahasa di Desa Atep Oki, warga berkumpul mendengarkan pemaparan tentang transparansi pembangunan desa.
DPK LAKRI Minahasa saat memberikan edukasi kepada warga Desa Atep Oki tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pembangunan desa.

EKSPOSTIMES.COM- Suasana Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa berubah menjadi ajang penyadaran kolektif saat Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Minahasa Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) menggelar sosialisasi bertema “Peran Aktif Masyarakat dalam Mendukung Pembangunan Desa yang Transparan dan Akuntabel.”

DPK LAKRI Minahasa menbawa satu pesan besar, pembangunan desa bukan hanya urusan kepala desa dan perangkatnya, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. LAKRI Minahasa hadir untuk menggugah kesadaran warga agar tidak tinggal diam, melainkan turut serta aktif dalam mengawasi, menilai, dan bahkan menegur jika ditemukan penyimpangan.

Jamel Omega Lahengko Ketua DPK LAKRI Minahasa dalam pemaparannya menekankan pentingnya keterbukaan dan partisipasi publik sebagai benteng terhadap praktik-praktik korupsi di tingkat desa.

“Jika masyarakat diam, maka potensi penyelewengan semakin besar. Tapi ketika masyarakat bersuara dan ikut terlibat, maka pemerintah desa akan bekerja lebih jujur dan bertanggung jawab,” tegasnya

Sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Hadir dalam kegiatan tersebut aparat Pemerintah Desa Atep Oki, pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta warga desa yang antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.

Dalam pemaparannya, narasumber dari LAKRI membeberkan sejumlah poin penting, mulai dari hak masyarakat dalam mengakses dokumen APBDes, memahami realisasi anggaran pembangunan, hingga mekanisme pengaduan jika menemukan ketidaksesuaian antara laporan dan kenyataan di lapangan.

Lebih lanjut, peserta diberikan simulasi ringan mengenai cara menganalisis anggaran desa dan mengenali indikasi penyimpangan seperti pekerjaan fiktif, mark-up pengadaan, serta pelaporan pertanggungjawaban palsu.

Tidak sedikit warga yang mengaku baru pertama kali mendapatkan informasi semacam ini. Seorang ibu rumah tangga bahkan menyampaikan bahwa selama ini ia tidak tahu bahwa warga biasa pun berhak mengetahui penggunaan dana desa.

“Kami kira itu urusan orang kantor desa saja. Ternyata kami juga bisa bertanya dan ikut mengawasi,” ujarnya, disambut anggukan dari warga lain.

Ketua LAKRI Minahasa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Atep Oki yang telah menyediakan tempat dan mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Atep Oki dan pengurus BPD atas kehadiran dan partisipasinya.

“Desa ini memberi harapan baru. Ketika masyarakat dan pemerintah saling terbuka, saling menjaga, maka pembangunan bukan hanya soal bangunan fisik, tapi tentang membangun kepercayaan,” katanya penuh harap.

Sosialisasi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat partisipasi publik dan menjadikan Desa Atep Oki sebagai contoh desa yang sadar dan peduli terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Bagi DPK LAKRI Minahasa, kegiatan ini bukan yang terakhir. Mereka berjanji akan terus menyambangi desa-desa lain untuk menyalakan api kesadaran agar korupsi diberantas sejak dari akar dari desa!. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d