EKSPOSTIMES.COM- Krisis di Timur Tengah kembali berada di ambang ledakan besar. Perang rudal antara Israel dan Iran kian brutal. Dunia internasional pun ikut panas dingin. Tak ingin jadi korban konflik dua negara bersenjata nuklir, sejumlah negara langsung bereaksi: warganya diminta angkat kaki secepat mungkin dari Israel dan Iran.
Langkah evakuasi ini muncul setelah militer Israel melancarkan serangan udara berskala besar ke jantung infrastruktur militer Iran di wilayah barat. Targetnya? Bukan main-main: gudang rudal, peluncur rudal, hingga fasilitas drone Teheran dihajar habis-habisan.
“Puluhan infrastruktur penyimpanan dan peluncuran rudal darat-ke-darat telah diserang,” klaim pihak militer Israel dalam pernyataan resmi yang dirilis, Selasa (17/6/2025).
Bukan cuma itu, Tel Aviv juga mengklaim telah menghancurkan peluncur rudal permukaan ke udara serta sejumlah lokasi penyimpanan kendaraan udara tak berawak (UAV) alias drone.
Sebuah video beredar menunjukkan detik-detik peluncur rudal Iran dihantam serangan udara. Dalam video tersebut tampak tiga rudal siap tembak dihajar secara akurat oleh serangan udara Israel. Media lokal Iran ikut mengkonfirmasi dua ledakan besar mengguncang wilayah Tabriz, kota strategis di barat laut Iran.
“Dua ledakan terjadi di Tabriz dengan jeda lima menit,” tulis surat kabar Ham Mihan.
Ledakan itu mengirimkan asap tebal ke langit Tabriz, yang juga merupakan markas penting Angkatan Udara Iran. Kota ini diketahui menjadi target utama Israel sejak beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, seruan perdamaian dari dunia internasional masih terus terdengar. Namun baik Iran maupun Israel tampaknya masih mabuk perang, tak menunjukkan sedikit pun tanda akan menghentikan hujan rudal satu sama lain.
Akibat situasi yang makin liar ini, gelombang evakuasi mulai disiapkan sejumlah negara demi menyelamatkan warganya dari zona merah konflik. (dtc/tim)











