Hukum & Kriminal

Kopassus Bangun Markas di Sultra, 200 Hektar Disiapkan, Ekonomi Rakyat Diprediksi Tumbuh Rp6 Miliar per Bulan

×

Kopassus Bangun Markas di Sultra, 200 Hektar Disiapkan, Ekonomi Rakyat Diprediksi Tumbuh Rp6 Miliar per Bulan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra dan Danjen Kopassus membahas rencana pembangunan markas militer di lahan 200 hektar, Sulawesi Tenggara.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi membahas pembangunan markas Kopassus di lahan 200 hektar, Sulawesi Tenggara, Rabu 4 Juni 2025.

EKSPOSTIMES.COM– Langkah besar memperkuat pertahanan negara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sedang disiapkan di jantung Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemerintah Provinsi Sultra menyiapkan lahan seluas 200 hektar untuk pembangunan markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di wilayah Bumi Anoa.

Pembangunan markas elite militer ini tidak hanya menjadi proyek strategis nasional dalam konteks pertahanan, tetapi juga diprediksi membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menyampaikan langsung rencana ini usai menerima kunjungan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (4/6).

Baca Juga: Danjen Kopassus Tegaskan Premanisme Berkedok Ormas Harus Ditindak Tegas

“Keinginan Kopassus membangun markas di Sulawesi Tenggara ini bagian dari strategi memperkuat pertahanan kawasan Sulawesi sekaligus mendukung mobilisasi personel untuk membackup Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur,” ungkap Andi.

Menurutnya, wilayah Kalimantan saat ini sudah cukup padat untuk pembangunan tambahan instalasi militer. Karena itu, Sulawesi Tenggara dinilai sebagai pilihan yang paling tepat dari segi geoposisi dan kesiapan infrastruktur dasar.

Lokasi Masih Dirahasiakan

Andi Sumangerukka belum membuka secara rinci lokasi markas Kopassus akan dibangun. Namun, ia menegaskan bahwa lahan seluas 200 hektar sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi. “Untuk saat ini, kami belum bisa menyampaikan detail lokasi. Tapi lahannya sudah kami siapkan,” ujarnya.

Pembangunan markas ini, menurut Gubernur, akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang modern dan fungsional, seperti squadron helikopter dan pesawat tempur, rumah sakit, gedung sekolah, hingga pasar rakyat. Ia meyakini keberadaan kompleks militer skala besar ini akan memberi efek domino pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ekonomi Rakyat Ikut Bergerak

Satu hal yang menjadi sorotan dalam pernyataan Gubernur adalah potensi dampak ekonomi dari kehadiran markas tersebut. Ia menyebutkan bahwa jika markas menampung 1.000 hingga 2.000 personel aktif, maka sirkulasi ekonomi di sekitar kawasan dapat mencapai Rp6 miliar per bulan, hanya dari belanja kebutuhan sehari-hari para prajurit.

“Bayangkan, dengan adanya pasar di kompleks markas, gaji prajurit yang dibelanjakan di situ langsung menghidupkan ekonomi rakyat. Belum termasuk tenaga kerja lokal yang diserap untuk operasional fasilitas,” ujar Andi optimistis.

Alasan Strategis di Balik Pilihan Sultra

Di sisi lain, Danjen Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi menjelaskan bahwa pembangunan Grup V Kopassus di Sulawesi Tenggara merupakan bagian dari doktrin pertahanan TNI terbaru yang menekankan perlindungan pulau-pulau besar.

“Sulawesi termasuk dalam kategori pulau besar yang strategis. Kehadiran Kopassus di Kendari akan mempercepat respons dan mobilitas pasukan dalam situasi krisis maupun operasi militer,” kata Djon.

Ia menambahkan bahwa markas di Sulawesi akan melengkapi dua markas Kopassus lain yang sudah ada di Kalimantan dan Timika, Papua. Pemilihan Sultra juga mempertimbangkan faktor geografis, yang memungkinkan akses cepat ke berbagai titik strategis di Indonesia timur.

Mimpi Besar di Ujung Pulau

Pembangunan markas Kopassus ini bukan hanya tentang membangun kekuatan militer. Lebih dari itu, ini menjadi tonggak transformasi Sulawesi Tenggara sebagai poros strategis baru dalam peta pertahanan nasional dan sentra ekonomi rakyat di Indonesia Timur.

Baca Juga: Rosan Roeslani dan Kapolri Berkomitmen Berantas Premanisme Ormas Pengganggu Investasi di Indonesia

Rencana ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan kalangan pengamat militer. Banyak yang berharap, proyek ini tidak hanya menjadi simbol kekuatan negara, tetapi juga membawa kesejahteraan nyata bagi warga sekitar.

“Kalau pembangunan ini dikelola dengan baik, bisa jadi Sultra bukan hanya markas tentara, tapi juga markas harapan baru untuk kemajuan daerah,” pungkas Andi Sumangerukka. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d