Politik & Pemerintahan

Wamenhan RI Tegaskan Nasionalisme dan Ketahanan Nasional sebagai Senjata Utama Generasi Muda

×

Wamenhan RI Tegaskan Nasionalisme dan Ketahanan Nasional sebagai Senjata Utama Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Wamenhan RI Donny Ermawan Taufanto memberi arahan kepada 600 kadet Unhan RI di Akmil Magelang tentang pentingnya nasionalisme dan bela negara.
Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto

EKSPOSTIMES.COM- Di tengah arus globalisasi dan gempuran ideologi asing yang kian masif, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, menyerukan pentingnya membentengi generasi muda dengan nilai-nilai nasionalisme dan ketahanan nasional.

Seruan ini disampaikannya saat membuka Pendidikan Militer Kadet Unhan RI Chor di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer (Akmil) Magelang, Senin (26/5/2025).

Baca Juga: Eks Kabid Hukum Inkopad Ungkap Impor Gula untuk TNI Didanai Perusahaan Tomy Winata

Dihadapan 600 kadet, terdiri dari 332 pria dan 268 wanita, Wamenhan menekankan bahwa menjadi pintar saja tidak cukup. Generasi muda harus siap mental, disiplin, dan memiliki semangat bela negara yang kuat untuk menjadi benteng pertahanan bangsa di masa depan.

“Pendidikan militer ini bukan sekadar latihan fisik. Ini adalah investasi ideologis untuk mencetak pemimpin muda yang siap menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa,” tegas Donny.

Selama dua bulan ke depan, para kadet akan ditempa dengan pelatihan fisik, pembinaan mental, serta penanaman nilai kebangsaan dan kepemimpinan. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman, termasuk potensi perang siber, infiltrasi ideologi asing, hingga ancaman disintegrasi bangsa.

“Ancaman saat ini tak lagi hanya berupa senjata, tapi juga informasi yang menyesatkan dan doktrin halus yang mengikis jati diri bangsa. Kita butuh SDM pertahanan yang cerdas dan berkarakter,” jelas Wamenhan.

Wamenhan juga mengapresiasi sinergi antara Universitas Pertahanan RI (Unhan RI) dan Akmil sebagai langkah konkret menciptakan kolaborasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia pertahanan.

“Kolaborasi ini membentuk generasi muda yang tak hanya paham taktik militer, tapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Baca Juga: UU TNI Digugat ke MK, Mahasiswa dan Aktivis Desak Pembatalan, Soroti Dugaan Cacat Prosedur Legislasi

Kadet Unhan RI Chor tidak hanya disiapkan sebagai calon pemimpin militer, tetapi juga sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui penguatan karakter dan wawasan kebangsaan, mereka diharapkan menjadi role model bela negara di tengah tantangan era digital.

“Bela negara hari ini bukan cuma angkat senjata, tapi menjaga budaya, ideologi, dan kesatuan bangsa dari rongrongan luar maupun dalam,” tambah Donny.

Pembukaan pendidikan berlangsung khidmat, diiringi semangat tinggi para kadet. Sorak yel-yel dan wajah penuh tekad menunjukkan bahwa generasi ini siap menempa diri untuk Indonesia yang lebih kuat. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d