Galatia 2:19-20
“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku…”
[Galatia 2:20]
EKSPOSTIMES.COM – Hampir semua orang pasti mengenal Socrates. Tapi, tidak semua orang tahu kalau Socrates mendapatkan ilmunya dari belajar pada orang lain. Socrates merupakan salah satu Filsuf terbesar yang memiliki talenta yang sangat luar biasa di bidangnya.
Hobbinya memang terbilang unik, Socrates sangat menyukai jalan-jalan di alun-alun Kota Athena sambil bertanya ke orang-orang yang lagi duduk-duduk disana. Socrates suka mengajak orang berdiskusi, dan bertanya tentang pendapat mereka tentang sesuatu hal yang belum ia pahami. Dari situlah ia mendapat banyak ilmu pengetahuan. Socrates tidak gengsi untuk belajar dari orang lain.
Menurut Socrates “Orang yang paling bijaksana adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak tahu”. Socrates tidak pernah puasa dengan ilmu pengetahuan yang ia miliki. Socrates berusaha menggali ilmu pengetahuan dari orang lain. Socrates selalu beranggapan bahwa orang lain lebih tahu daripada dirinya.
Rasa yang sama dimiliki oleh Rasul Paulus. Rasul Paulus tidak pernah puas akan pengetahuannya tentang kebenaran Allah. Rasa itu Rasul Paulus tunjukan dengan cara tiada hentinya ia menggali kebenaran firman Allah. Hingga pada akhirnya ia menemukan betapa indah hidup bersama Allah.
Baca Juga: Renungan: Pemimpin yang Takut Akan Tuhan, Bacaan: Keluaran 1:7–22
Kehidupannya berubah, seluruh hidupnya ia serahkan pada Allah (Galatia 2:20). Keindahan Firman Allah membuat Rasul Paulus bersedia pergi kemana saja untuk memberitakan kabar keselamatan Allah. Termasuk ketempat-tempat yang rawan. Selama memberitakan kabar keselamatan Allah, banyak tantangan dan rintangan yang ia temui.
Semua tantangan dan rintangan tidak membuat ia takut dan gentar. Malah rintangan-rintangan itu membuat ia semakin berapi-api lagi dalam memberitakan kabar keselamatan Allah. Walaupun Socrates dan Rasul Paulus mengetahui tentang banyak hal, tetapi mereka berdua tidak sombong dengan pengetahuan yang mereka miliki.
Tuhan rindu kita menjadi pribadi yang tidak pernah berhenti belajar. Belajar untuk setia, belajar untuk bertanggung jawab dan belajar untuk mengasihi.
Dengan memiliki sifat yang setia, seorang yang telah menikah tidak akan mengingkari janji sehidup semati yang telah ia ucapkan. Ia akan bertanggung jawab terhadap ucapannya dan berusaha menjaga keutuhan rumah tangga, dan dalam menyelesaikan setiap persoalan keluarga ia lebih mengutamakan kasih dari pada emosi.
RASA YANG TIDAK PUAS AKAN PENGETAHUAN DAN INJIL KRISTUS HARUSLAH DIBARENGI DENGAN KERENDAHAN HATI










