EKSPOSTIMES.COM – Scott McTominay kembali menjadi pahlawan Napoli. Gol ketiganya dalam dua pertandingan mengantar Partenopei meraih kemenangan tipis 1-0 atas Monza, sekaligus menorehkan kemenangan tandang pertama mereka dalam tiga bulan terakhir, Sabtu (19/4).
Namun, kemenangan ini tak sepenuhnya diwarnai euforia. Ketegangan antara pelatih Antonio Conte dan para pendukung Napoli di tribun utama sempat meledak, menyusul perbedaan pandangan soal strategi dan arah tim.
McTominay, yang tengah dalam performa tajam, memecah kebuntuan lewat sundulan akurat pada menit ke-72 setelah menyambut umpan silang Giacomo Raspadori dari sisi kiri. Gol ini membawa Napoli tetap menjaga tekanan terhadap Inter di puncak klasemen, sembari memperpanjang catatan pribadi gelandang asal Skotlandia itu menjadi sembilan gol di Serie A musim ini.
Baca Juga: Serie A : Roma Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan, Ranieri Samai Spalletti
Pertandingan sendiri berlangsung ketat. Napoli tampil tanpa beberapa pemain utama seperti David Neres, Juan Jesus, dan Alessandro Buongiorno. Bek muda Rafa Marin mendapat kepercayaan tampil sebagai starter untuk pertama kalinya di Serie A, dan tampil cukup solid termasuk menggagalkan peluang emas Dany Mota Carvalho di awal laga.
Monza sempat beberapa kali mengancam gawang Napoli. Gaetano Castrovilli hampir mencetak gol pembuka saat melewati dua bek Napoli sebelum tembakannya melebar tipis. Napoli pun membalas lewat Romelu Lukaku dan Matteo Politano, namun kiper Stefano Turati tampil sigap menjaga gawang tuan rumah tetap aman hingga McTominay mencetak gol penentu.
Namun, kemenangan ini ternoda oleh aksi Antonio Conte. Kamera RAI dan DAZN menangkap momen sang pelatih berteriak dengan nada menghina ke arah tribun utama setelah gol McTominay. Teriakan “fu** off” yang diarahkan ke pendukung Napoli terjadi setelah beberapa dari mereka disebut menuntut Conte melakukan pergantian pemain lebih awal.
Baca Juga: Debut Manis Igor Tudor, Juventus Kalahkan Genoa 1-0 Berkat Gol Kenan Yildiz
Kemarahan Conte tak berhenti di pinggir lapangan. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia kembali meluapkan frustrasinya terhadap manajemen klub dan arah pembangunan tim.
“Saya tidak bisa hidup hanya dengan mengandalkan keajaiban, bukan perencanaan. Saya tidak ingin dibantai. Saya melihat penjarahan terhadap proyek-proyek kami.” ujar Conte.
Ketegangan ini semakin memanas karena sebelumnya Presiden Aurelio De Laurentiis juga sempat berselisih pendapat dengan Conte terkait transfer dan perencanaan jangka panjang tim.
Meski Napoli kini kembali bersaing di papan atas, ketegangan internal ini bisa menjadi ancaman serius menjelang akhir musim.
Apakah kemenangan atas Monza mampu menstabilkan ruang ganti dan memperbaiki relasi pelatih dengan manajemen dan fans? Atau justru menjadi awal dari krisis baru di tubuh Partenopei? Waktu akan menjawab.
(*/Riz)













