EKSPOSTIMES.COM – Juventus harus menelan kekalahan mengejutkan di tangan Parma dalam laga tunda pekan ke-33 Serie A, Rabu (23/4) malam waktu setempat. Bertandang ke Stadion Ennio Tardini, Bianconeri takluk 0-1 oleh gol tunggal Mateo Pellegrino, hasil yang menjadi kekalahan pertama Igor Tudor sejak resmi menukangi Juventus.
Bermain mendominasi penguasaan bola sepanjang laga, Juventus justru gagal memanfaatkan tekanan yang mereka bangun. Di sisi lain, Parma tampil disiplin dengan taktik blok rendah dan semangat kompetitif tinggi yang terbukti manjur menahan gempuran tim tamu.
Juventus memulai laga dengan menurunkan duet Dusan Vlahovic dan Randal Kolo Muani di lini depan. Kenan Yildiz belum cukup fit untuk bermain sejak awal dan memulai dari bangku cadangan.
Kesempatan emas sempat didapat Vlahovic di babak pertama lewat tembakan dari sudut sempit, namun arah bola justru melebar tipis di sisi tiang dekat. Parma pun tak tinggal diam. Dalam salah satu momen serangan balik, Emanuele Valenti mengirim umpan silang dari sisi kanan yang disambut sundulan tinggi Mateo Pellegrino pada menit ke-42. Bola meluncur masuk ke sudut atas gawang tanpa mampu diantisipasi Michele Di Gregorio.
Gol tersebut menjadi satu-satunya di laga ini dan cukup untuk mengguncang Juventus yang tengah mengejar posisi empat besar klasemen.
Baca Juga: Serie A Italia: Gol Akrobatik Orsolini Guncang Inter, Inzaghi Kritik Wasit: Musim Belum Berakhir
Masalah bagi Juventus bertambah ketika Dusan Vlahovic mengalami cedera paha dan harus digantikan pada jeda pertandingan. Francisco Conceição masuk menggantikan dan memberikan dinamika baru dengan kecepatan serta kelincahannya di lini serang.
Juventus semakin intens menyerang di babak kedua, namun kesulitan menciptakan peluang bersih. Randal Kolo Muani sempat melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun Zion Suzuki sigap menghalaunya. Masuknya Kenan Yildiz menggantikan Weston McKennie pun tak memberi perubahan signifikan pada hasil akhir.
Parma sendiri masih beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat, salah satunya melalui Simon Sohm yang gagal memaksimalkan peluang dari dalam kotak penalti. Tembakannya lemah dan mudah diselamatkan Di Gregorio.
Juventus berusaha melepaskan sejumlah umpan silang di menit-menit akhir, namun lini pertahanan Parma tampil solid, memenangi duel-duel udara dan menjaga area kotak penalti dengan disiplin tinggi.
Baca Juga: Serie A: McTominay Antar Napoli Kalahkan Monza, Conte Meledak Usai Pertandingan
Usai pertandingan, pelatih Juventus Igor Tudor mengaku kecewa dengan hasil yang didapat timnya. Ia menilai anak asuhnya tampil dominan namun minim efektivitas, terutama dalam penyelesaian akhir.
“Kami kekurangan dalam segala hal,” ujar Tudor kepada DAZN. “Kami menekan di babak kedua, tetapi tidak cukup berbahaya. Kami kebobolan dari umpan silang dari jarak 40 meter. Kami kecewa, tetapi kami harus menatap ke depan.”
Tudor juga menjelaskan bahwa kondisi tim sedikit terganggu karena penjadwalan ulang laga akibat wafatnya Paus Fransiskus. Juventus sempat kembali ke Turin dan baru berangkat lagi ke Parma pada pagi hari pertandingan, serta menjalani sesi latihan ringan untuk menghindari cedera.
“Memang benar kami punya masalah itu, tapi itu bukan alasan. Kami harus beradaptasi,” ujar Tudor. “Parma bermain dengan semangat. Mereka sederhana, tapi efisien. Kami pantas mencetak gol, tapi tidak cukup bertekad di depan gawang.”
Dengan hasil ini, Juventus turun ke posisi kelima klasemen Serie A dengan 61 poin, satu poin di bawah Bologna yang menempati posisi keempat, dan sejajar dengan Lazio yang menang 2-0 atas Genoa di hari yang sama.
Tudor menekankan bahwa perjuangan Juventus belum selesai. Masih ada lima pertandingan tersisa di musim ini, dan peluang untuk kembali ke zona Liga Champions tetap terbuka.
“Kami harus berkembang, menjadi ‘jahat’, punya keinginan untuk menang dan berjuang. Bukan hanya taktik atau sistem. Anda bisa menang dengan itu, tapi yang lebih penting adalah mentalitas,” tandasnya.
(red)













