HeadlineHukum & Kriminal

Sadis! Jeskul Tewas Ditikam 12 Kali Oleh Dua Teman Saat Pesta Miras di Langowan, Ini Kronologi Lengkapnya

×

Sadis! Jeskul Tewas Ditikam 12 Kali Oleh Dua Teman Saat Pesta Miras di Langowan, Ini Kronologi Lengkapnya

Sebarkan artikel ini

EKSPOSTIMES.COM- Pesta miras yang digelar sekelompok pemuda di Desa Karumenga, Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, berubah jadi tragedi berdarah. Seorang pemuda bernama Jeskul Kalangie (22), warga Desa Wolaang, Kecamatan Langowan Timur tewas bersimbah darah setelah dihujani 12 tikaman oleh dua temannya sendiri.

Insiden maut ini terjadi pada Minggu siang, 6 April 2025, dan menggegerkan warga sekitar. Menurut keterangan resmi dari Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Edi Susanto, tragedi bermula saat Jeskul bersama dua pelaku berinisial LB alias Edun (20) dan SS alias Swin (17), berkumpul di rumah SS di Desa Waleure. Mereka menggelar pesta miras sejak pukul 11.00 WITA bersama sejumlah teman lainnya.

Tak lama berselang, rombongan berpindah lokasi ke Desa Karumenga. Di sanalah tragedi berdarah ini terjadi.

“Sekitar pukul 14.00 WITA, situasi mulai tidak kondusif. Diduga akibat pengaruh alkohol, terjadi cekcok antara korban dan pelaku SS. Korban bahkan sempat meludahi wajah SS,” ungkap AKP Edi.

Emosi memuncak. Jeskul sempat mencabut pisau, namun berhasil dilerai oleh saksi yang berada di lokasi. Namun situasi memburuk ketika LB secara tiba-tiba menikam Jeskul dari belakang. SS ikut menyusul dengan tikaman berulang.

“Kedua pelaku menghujani korban dengan belasan tusukan di tubuh dan tangannya. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa, penuh luka dan bersimbah darah. Dari hasil pemeriksaan, terdapat 12 luka tikaman di tubuh Jeskul,” lanjut Kasat Reskrim.

Usai kejadian, Tim Resmob Polres Minahasa yang dipimpin Aiptu Chris Frans bergerak cepat dan berhasil menangkap kedua pelaku. Kini, LB dan SS telah diamankan dan menjalani proses hukum.

“Peristiwa ini menjadi pengingat betapa konsumsi alkohol yang tak terkendali bisa berubah menjadi tragedi mematikan,” tandas Kasat sembari meminta agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

Warga Langowan pun kini dihantui duka dan trauma atas insiden berdarah yang merenggut nyawa secara sia-sia. (tim)

Respon (2)

  1. Kalau boleh di lakukan razia, bukan hanya razia alkohol. Tapi rutin razia anak2 muda yang kumpul² atau beramai-ramai. Dan kalau boleh, untuk membeli alkohol di tetapkan batas usia. Dan di batasi untuk setiap pembelian alkohol. Seperti nya sudah tidak bisa hilangkan adat di Sulut yang mana laki² bahkan perempuan duduk bersama-sama, ramai² pesta miras. Makanya kejahatan seperti ini sering terjadi. Bahkan pemerkosaan. Karna kalau memberantas tempat pembuatan alkohol tidak akan menghentikan mereka untuk konsumsi alkohol. Dan kasian juga petani cap tikus. karna banyak tempat-tempat yang rawan dengan anak² yang sok jago. Karna istilahnya mereka, kalau sudah pernah masuk penjara apa lagi kasus tikaman. Berarti So ada nama 😅 istilah preman so naik pangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *