JAKARTA, EKSPOSTIMES.COM- Pada Jumat (30/8) sore, nilai tukar rupiah tercatat melemah menjadi Rp15.455 per dolar AS. Penurunan ini sebesar 32 poin, atau sekitar 0,20 persen, dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Bank Indonesia (BI) juga mencatatkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) di level Rp15.473 per dolar AS.
Di pasar Asia, sebagian besar mata uang justru menunjukkan penguatan. Peso Filipina naik 0,25 persen, baht Thailand menguat 0,06 persen, dolar Singapura bertambah 0,09 persen, dan rupee India meningkat 0,02 persen.
Sementara itu, yen Jepang mencatatkan kenaikan sebesar 0,10 persen, yuan China menguat 0,17 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,03 persen. Namun, ada beberapa mata uang yang mengalami pelemahan, seperti won Korea Selatan yang turun 0,04 persen dan ringgit Malaysia yang melemah 0,12 persen.
Di kalangan mata uang negara maju, sebagian besar juga menunjukkan tren positif. Poundsterling Inggris naik 0,20 persen, dolar Australia menguat 0,17 persen, dan euro bertambah 0,09 persen. Dolar Kanada dan franc Swiss masing-masing mencatatkan penguatan sebesar 0,09 persen dan 0,01 persen.
Analis pasar uang, Lukman Leong, menyatakan bahwa melemahnya rupiah disebabkan oleh rebound dolar AS setelah revisi data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS. “Investor kini juga menantikan data inflasi PCE AS yang diperkirakan lebih tinggi,” ujarnya. (tim)













