Hukum & Kriminal

Resmob Polsek Aertembaga Ringkus Pemuda Penikam Panah Wayer Akibat Gadai HP di Bitung

×

Resmob Polsek Aertembaga Ringkus Pemuda Penikam Panah Wayer Akibat Gadai HP di Bitung

Sebarkan artikel ini
POLSEK Aertembaga saat mengamankan Muhamad Samsir, pelaku penikaman panah wayer di Bitung.

EKSPOSTIMES.COM- Aksi berdarah kembali mengguncang Kota Bitung! Seorang pemuda bernama Muhamad Samsir (19), nelayan asal Kelurahan Pateten Satu, tak kuasa menahan amarah setelah merasa ditipu dalam urusan gadai handphone. Emosi meledak dan berakhir tragis, sebilah panah wayer melesat cepat dan menancap di jempol tangan korban Rizky Lengato (22).

Insiden mengerikan itu terjadi pada Sabtu, 26 April 2025, dan bermula dari transaksi gadai HP Vivo Y19 S senilai Rp550.000. Namun, dua hari kemudian, Muhamad Samsir mendapati bahwa ponsel miliknya telah berpindah tangan tanpa izin. Ternyata, Rizky Lengato, si penerima gadai, telah menggadaikan ulang HP tersebut kepada orang ketiga bernama Andi.

Merasa dibohongi, Samsir menebus kembali ponsel itu dengan biaya tambahan Rp600.000. Tapi bukan permintaan maaf yang ia terima dari Rizky, melainkan jawaban kasar yang menyulut api kemarahan. Tanpa pikir panjang, Samsir mencabut panah wayer yang sudah diselipkan di pinggangnya, lalu menembakkannya tepat ke tangan Rizky.

Panah tajam itu menancap di jempol tangan kanan korban yang langsung dilarikan ke RS Budi Mulia Bitung untuk mendapat penanganan medis. Sementara itu, pelaku melarikan diri namun akhirnya berhasil diciduk oleh Tim Resmob Polsek Aertembaga yang dipimpin langsung oleh IPTU Tuegeh Darus, S.Sos.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan satu busur panah wayer dengan tali rafia biru serta pelontar panah berbahan karet. Kini Samsir resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam, serta Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.

Kapolsek Aertembaga Iptu Tuegeh Darus, S.Sos, menegaskan pentingnya menahan diri dalam menghadapi masalah.

“Kami mengimbau warga Bitung untuk menjauhi kekerasan. Masalah sekecil apapun sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan musyawarah, bukan dengan kekerasan brutal,” tegasnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d