EKSPOSTIMES.COM- Menurut penelitian, kondisi kesehatan mental, yang mempengaruhi sekitar 40 juta orang dewasa Amerika, disebabkan oleh sering berfikir berlebihan dan kekhawatiran yang mendalam.
Hal ini pun umum dilakukan mereka yang hidup, kala memikirkan kesalahan dan percaya bahwa mereka tidak berharga atau gagal.
Jika Anda hidup dengan kecemasan, penting untuk mengetahui bahwa ada cara untuk mengelolanya secara lebih teratur. Jika kecemasan Anda melemahkan, penting untuk mencari bantuan dari seorang profesional kesehatan mental.
Kekhawatiran akan hidup terjadi karena kita lebih banyak menggunakan mata jasmani daripada mata iman kita.
Memang apa yang kita lihat di dunia ini: gempa dan bencana alam yang terjadi di mana-mana, kerusakan bumi yang menjadi-jadi, perang dan terorisme di berbagai tempat, ekonomi global dan lokal yang tidak bertambah baik, membuat kekhawatiran menjadi hal yang sangat wajar.
Tidak heran, kalau akhirnya kita berupaya untuk mengamankan diri kita dari apa yang kita khawatirkan. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kekhawatiran kita tidak bisa menolong kita menyelesaikan masalah (ayat 27).Malah kekhawatiran bisa melumpuhkan kita, membuat kita semakin tenggelam, bahkan meragukan Tuhan.
Justru Tuhan mengingatkan kita bahwa Dia Maha Kuasa dan sangat peduli dengan hidup kita, jauh melampaui kepedulian-Nya atas ciptaan yang lain (ayat 30). Karena Dia peduli atas hidup kita, maka kita tidak perlu khawatir lagi!
Dengan kacamata iman kita bisa melihat hal-hal utama yang perlu dipikirkan dan dikerjakan dalam hidup ini, yaitu mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (ayat 33).
Mencari kerajaan Allah adalah menerima dan tunduk pada kedaulatan Allah sebagai Raja. Berarti mau taat melakukan kehendak Allah. Pada saat kita fokus untuk melakukan kehendak-Nya, Dia pasti mencukupkan apa yang kita butuhkan
Bagi orang percaya penting bagi kita untuk datang kepada Yesus. Kita juga harus menyadari bahwa Yesus tidak pernah membiarkan kita sendirian.
Kekhawatiran itu wajar, asalkan jangan berlebihan apalagi sampai menyalahkan Tuhan atas apa yang kita alami. Ingatlah tumbuhan pun Tuhan pelihara, terlebih kita manusia. (*)











Respon (1)